The development of Islamic educational institutions amid increasing competition among education providers requires marketing strategies that are not only oriented toward attracting students but also maintain Islamic values as the foundation of institutional management. The concept of Islamic education marketing offers an approach that integrates marketing principles with Islamic values and customer orientation to address the needs and expectations of educational stakeholders. This article aims to analyze the concept of Islamic education marketing through the integration of Islamic values and customer orientation. This study employs a library research method using a descriptive-analytical approach. Data were obtained from books, scholarly articles, and relevant literature concerning Islamic education marketing, customer orientation, and Islamic principles in business and educational management. The data were analyzed by identifying, classifying, and interpreting concepts related to value-based marketing in Islamic education. The findings indicate that Islamic education marketing cannot be separated from the principles of honesty (ṣidq), trustworthiness (amānah), effective communication (tablīgh), intelligence and professionalism (faṭānah), justice (‘adl), excellence (iḥsān), and public benefit (maṣlaḥah). Integrating these values with customer orientation encourages educational institutions to understand and respond to the needs of students, parents, communities, and other stakeholders comprehensively. From an Islamic perspective, customer orientation is not merely a strategy for increasing satisfaction or institutional image but also a moral responsibility to provide educational services that are high-quality, transparent, fair, and beneficial. Therefore, Islamic education marketing places Islamic values and customer satisfaction within a mutually reinforcing framework that can contribute to improving educational quality, strengthening public trust, and supporting the sustainability of Islamic educational institutions. [Perkembangan lembaga pendidikan Islam di tengah meningkatnya persaingan antarpenyedia pendidikan membutuhkan strategi pemasaran yang tidak hanya berorientasi pada menarik minat peserta didik, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam pengelolaan lembaga. Konsep pemasaran pendidikan Islam menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pemasaran dengan nilai-nilai Islam dan orientasi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan para pemangku kepentingan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemasaran pendidikan Islam melalui integrasi nilai-nilai Islam dan orientasi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan mengenai pemasaran pendidikan Islam, orientasi pelanggan, serta prinsip-prinsip Islam dalam bisnis dan manajemen pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang berkaitan dengan pemasaran berbasis nilai dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dari prinsip-prinsip kejujuran (ṣidq), amanah (amānah), komunikasi yang efektif (tablīgh), kecerdasan dan profesionalisme (faṭānah), keadilan (‘adl), keunggulan (iḥsān), dan kemaslahatan (maṣlaḥah). Integrasi nilai-nilai tersebut dengan orientasi pelanggan mendorong lembaga pendidikan untuk memahami dan merespons kebutuhan peserta didik, orang tua, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya secara komprehensif.Dalam perspektif Islam, orientasi pelanggan bukan sekadar strategi untuk meningkatkan kepuasan atau citra lembaga, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral untuk menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, adil, dan memberikan manfaat. Oleh karena itu, pemasaran pendidikan Islam menempatkan nilai-nilai Islam dan kepuasan pelanggan dalam suatu kerangka yang saling memperkuat, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, penguatan kepercayaan masyarakat, serta keberlanjutan lembaga pendidikan Islam.]