Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mekanisme dan Persyaratan Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) pada Bank Sumsel Babel Capem Lemabang Heti Nubila; Havis Aravik; Fadilla Fadilla; Ahmad Tohir
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v4i2.977

Abstract

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu program pembiayaan yang ditujukan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh akses permodalan bagi pengembangan usaha produktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme dan persyaratan pengajuan KUR pada Bank Sumsel Babel Capem Lemabang berdasarkan hasil Kuliah Kerja Praktik (KKP). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, pengamatan terhadap proses pelayanan, serta dokumentasi informasi mengenai prosedur dan persyaratan KUR. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengajuan KUR dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengajuan awal, pengisian formulir, pemeriksaan kelengkapan dokumen, wawancara, survei lapangan, analisis kredit menggunakan prinsip 5C, keputusan dan persetujuan kredit, penandatanganan akad, pencairan dana, serta pembinaan dan monitoring usaha. Persyaratan utama meliputi identitas diri, kartu keluarga, legalitas usaha berupa SKU atau NIB, dokumen pendukung keuangan, serta usaha yang produktif dan layak. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala berupa ketidaklengkapan dokumen, rendahnya pemahaman prosedur, usaha yang belum stabil, keterbatasan pencatatan keuangan, serta kendala teknis dan verifikasi. Edukasi dan sosialisasi mengenai KUR perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami prosedur, memenuhi persyaratan, dan mampu memanfaatkan pembiayaan secara produktif dan bertanggung jawab.
Prosedur Pemberian Kredit Serbaguna pada Bank Sumsel Babel Capem Lemabang Dwi Aulia; Havis Aravik; Fadilla Fadilla; Ahmad Tohir
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v4i2.978

Abstract

Kredit Serbaguna merupakan salah satu fasilitas perbankan yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat, baik untuk kepentingan konsumtif maupun produktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai prosedur pemberian Kredit Serbaguna serta menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian pada Bank Sumsel Babel Capem Lemabang. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan hasil Kuliah Kerja Praktik (KKP) dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, dokumentasi, dan pengamatan terhadap proses administrasi serta pelayanan kredit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prosedur pemberian Kredit Serbaguna dilaksanakan melalui tahapan pengajuan permohonan, pengumpulan dan pemeriksaan dokumen, verifikasi data, survei lapangan, analisis kelayakan menggunakan prinsip 5C, keputusan kredit, penandatanganan perjanjian, pencairan, serta monitoring pascapencairan. Penerapan prinsip Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition menjadi instrumen utama dalam menilai kelayakan calon debitur sekaligus mengendalikan risiko kredit. Dari hasil pengamatan, prosedur telah berjalan secara tertib dan terdokumentasi serta didukung koordinasi antarunit kerja. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, terutama dominasi proses administrasi manual, ketergantungan pada pejabat tertentu, belum optimalnya integrasi informasi layanan, dan potensi antrean pada periode pelayanan padat. Oleh karena itu, digitalisasi administrasi, penguatan literasi digital pegawai, penyediaan informasi kredit berbasis digital, dan optimalisasi monitoring kredit diperlukan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan Kredit Serbaguna.