Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Lingkungan Berbasis Bahasa dan Nilai Keagamaan untuk Majelis Taklim Desa Rema Turun Junte, Gayo Lues Jusnaini Hasni; Rusma Setiyana; Rismawati Rismawati
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol.7 No 2 (Oktober 2026)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v7i2.4711

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan ibu-ibu Majelis Taklim Turun Junte, Desa Rema, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, melalui pendekatan bahasa sederhana dan nilai keagamaan. Kegiatan dilatarbelakangi oleh persoalan lingkungan berupa deforestasi, rendahnya literasi lingkungan, dan meningkatnya risiko banjir, sementara ibu-ibu memiliki peran strategis dalam membentuk pengetahuan dan kebiasaan lingkungan di tingkat keluarga. Solusi yang diterapkan adalah Model LiBANG-Keluarga (Literasi Lingkungan Berbasis Bahasa dan Nilai Keagamaan Berbasis Keluarga) yang mengintegrasikan pengetahuan ekologis dengan bahasa yang kontekstual, nilai keagamaan, dan praktik rumah tangga hijau. Metode menggunakan desain one-group pre-test-post-test melalui empat tahap, yaitu persiapan dan pre-test, pelaksanaan literasi lingkungan dan praktik rumah tangga hijau, post-test dan evaluasi, serta pendampingan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 47,5 menjadi 85,0 atau sebesar 82,7%, sedangkan penerapan perilaku ramah lingkungan meningkat sebesar 51,4%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis bahasa yang sederhana, nilai keagamaan, dan praktik langsung dapat membantu peserta memahami serta menerapkan pengetahuan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Model LiBANG-Keluarga menunjukkan potensi sebagai pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas keagamaan yang dapat dikembangkan dan direplikasi pada wilayah pedesaan dengan menyesuaikan konteks sosial, budaya, dan persoalan lingkungan setempat.