Proses pembelajaran fisika di tingkat menengah umumnya masih didominasi oleh metode konvensional satu arah dan pengujian kognitif tingkat rendah, sehingga menghambat pemahaman konseptual mendalam serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Program pengabdian masyarakat berbasis penelitian aksi ini bertujuan untuk menguatkan keterampilan guru fisika di Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam merancang Creative pedagogic berbasis prinsip Deep Learning. Mengadaptasi kerangka Teacher Professional Development (TPD) berkelanjutan, intervensi dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi empat siklus: perencanaan (plan), tindakan (act), observasi/pendampingan (observe), dan refleksi (reflect). Subjek penelitian terdiri atas 19 guru fisika anggota MGMP Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket evaluasi terstruktur pascapelatihan skala Likert 1-4, observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta lembar validasi produk perangkat ajar. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa program ini sangat efektif meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru. Dimensi kualitas materi dan penjelasan narasumber masing-masing memperoleh rerata skor 3,75 (93,7%) dan 3,80 (95,0%) dalam kategori Sangat Baik. Peningkatan pemahaman konsep Deep Learning dan keterampilan merancang Creative pedagogic guru mencapai rerata 3,63 (90,8%), serta pemahaman wawasan profesional mencapai skor tertinggi 3,89 (97,25%). Sebanyak 100% peserta berhasil menyusun modul ajar, LKPD berbasis fenomena kontekstual, dan instrumen asesmen HOTS yang valid. Pembentukan komunitas praktik di forum MGMP menjamin keberlanjutan penerapan Deep Learning secara mandiri.