Veni Seffani
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Bahaya Riba Dan Pencegahan Pinjaman Berbunga Bagi Ibu-Ibu Majelis Taklim Di Jorong Palupuh Veni Seffani; Edi Rosman
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya praktik pinjaman berbunga di kawasan perdesaan menjadi ancaman krusial bagi stabilitas keuangan rumah tangga dan nilai keagamaan, terutama akibat rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan 20 orang ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al-Irsyad di Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam, dalam mencegah pinjaman berbunga melalui literasi keuangan syariah. Menggunakan pendekatan kualitatif Community-Based Research (CBR) dengan metode pelatihan dan aksi partisipatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik kualitatif interaktif (reduksi data, penyajian data, dan verifikasi induktif). Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan pada kesadaran kritis peserta, yang mengubah cara pandang mereka dari menganggap rentenir sebagai solusi finansial menjadi jeratan utang yang merugikan. Selain itu, peserta berhasil menguasai keterampilan praktis dalam mengelola anggaran rumah tangga dengan metode pos syariah serta pembentukan dana darurat. Kontribusi utama dari kegiatan ini terletak pada terciptanya model intervensi berbasis komunitas yang holistik dengan mengintegrasikan edukasi spiritual, simulasi risiko finansial, dan penguatan modal sosial majelis taklim. Kesimpulannya, pendekatan CBR partisipatif efektif membangun ketahanan ekonomi lokal serta mentransformasi kelompok keagamaan perempuan menjadi benteng pencegahan mandiri terhadap penetrasi rentenir di perdesaan.