Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebutuhan mahasiswa terhadap modul bimbingan kelompok di Pesantren Mahasiswa KH. Djamaluddin Amien Unismuh Makassar, mengembangkan prototipe modul bimbingan kelompok teknik problem solving berbasis ajaran KH. Ahmad Dahlan, serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi delapan tahap dari model Borg dan Gall. Subjek penelitian terdiri atas pembina (konselor) dan mahasiswa Pesantren Mahasiswa KH. Djamaluddin Amien Unismuh Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta penyebaran angket yang mencakup analisis kebutuhan, validasi, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina dan mahasiswa berada pada kategori sangat membutuhkan modul bimbingan kelompok, sehingga pengembangannya dinilai relevan dan diperlukan. Modul yang dikembangkan terdiri atas bagian pendahuluan, materi teknik problem solving berbasis ajaran KH. Ahmad Dahlan, evaluasi diri dan refleksi, serta bagian penutup. Hasil uji menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam layanan bimbingan kelompok. Penggunaan modul juga terbukti mampu mendukung peningkatan kemampuan self-regulated learning mahasiswa. Dengan demikian, modul bimbingan kelompok teknik problem solving berbasis ajaran KH. Ahmad Dahlan layak digunakan sebagai media layanan bimbingan kelompok dan berkontribusi dalam membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan mengatur proses belajar secara mandiri, termasuk dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi kegiatan belajarnya.