Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Aplikasi BASISCROP terhadap Pertumbuhan Tanaman Tebu di Jember Ahmad Firmansyah; Triono Bambang Irawan
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i2.850

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi bahan baku utama produksi gula pasir. Produktivitas lahan tebu di Indonesia masih rendah dan terus menurun. Hal itu salah satunya disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan berkelanjutan. Salah satu inovasi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan aplikasi teknologi Bacterial Synergy for Increasing Sugar Cane Growth and Production (BASISCROP) yang terdiri dari pupuk blotong, pupuk BC, dan asam amino. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi  BASISCROP  terhadap pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 sampai dengan bulan April 2025 di Kebun Tebu UD Jaya Makmur, Jember. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu pupuk anorganik dosis 100% (kontrol), pupuk anorganik dosis 50% + BASISCROP (P1), dan pupuk anorganik dosis 30% + BASISCROP (P2).  Data hasil percobaan dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut BNT taraf 5%. Parameter pengamatan yaitu jumlah anakan, jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi teknologi BASISCROP berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman tebu pada semua parameter. Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan yang paling seimbang pada seluruh parameter, yaitu jumlah anakan 6,88 batang, jumlah daun 16,16 helai, tinggi tanaman 468,62 cm, dan diameter batang 33,82 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi 50% pupuk anorganik dan BASISCROP mampu menyediakan hara secara optimal sehingga mendukung pertumbuhan tanaman tebu secara lebih konsisten dibandingkan perlakuan lainnya.