Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Teknologi BASISCROP terhadap Sifat Fisik Tanah, Kandungan C-Organik Tanah, dan Populasi Mikroorganisme pada Lahan Tebu Maura Anne Melia; Triono Bambang Irawan
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i2.868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknologi BASISCROP paket teknologi berbasis mikroba yang mengintegrasikan blotong, asam amino, dan pupuk BC (PGPR) terhadap sifat fisik tanah, kandungan C-organik, serta total populasi mikroorganisme pada lahan tebu di Jember, selama rentang 1 tahun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan tiga perlakuan: A1 (100% pupuk kimia sebagai kontrol), A2 (50% pupuk kimia + 50% BASISCROP), dan A3 (30% pupuk kimia + 70% BASISCROP). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi teknologi BASISCROP pada perlakuan 50% pupuk kimia + 50% BASISCROP dan perlakuan 30% pupuk kimia + 70% BASISCROP secara signifikan memperbaiki sifat fisik tanah, ditandai dengan warna tanah yang lebih gelap, suhu lebih stabil, tekstur yang konsisten (kelas clay), serta kemantapan agregat yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 100% pupuk kimia sebagai kontrol. Kandungan C-organik tanah pada perlakuan 50% pupuk kimia + 50% BASISCROP dan 30% pupuk kimia + 70% BASISCROP cenderung lebih stabil meskipun mengalami fluktuasi akibat priming effect dan penambahan mulsa pasca-klentek. Populasi mikroorganisme tanah (TPC) pada 50% pupuk kimia + 50% BASISCROP mencapai nilai tertinggi dan paling konsisten (hingga 1,5 × 10⁶ CFU/g), sedangkan perlakuan 100% pupuk kimia mengalami penurunan drastis hingga <10⁵ CFU/g akibat keterbatasan substrat organik. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah teknologi BASISCROP, khususnya pada perlakuan 50% pupuk kimia dan 50% pupuk organik, paling efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kesuburan fisik, kimia, serta biologis tanah lahan tebu secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan dalam beberapa siklus tanam diperlukan untuk mengonfirmasi efek jangka panjang.