Yohanes Hasiholan Parhusip
Satya Wacana Christian University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Budidaya Jeruk Keprok (Citrus reticulata) di Desa Jeruk, Boyolali Immanuel Tegar Riven; Yohanes Hasiholan Parhusip; Syahrul Neeza Aryana Nugroho; Aditya Dwi Kurniawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Alfred Jansen Sutrisno
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i2.876

Abstract

Pengembangan budidaya jeruk keprok memerlukan informasi kesesuaian lahan yang akurat agar pemanfaatan sumber daya lahan dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesesuaian lahan, mengidentifikasi faktor pembatas dominan, serta menyusun arahan pengembangan budidaya jeruk keprok berbasis karakteristik biofisik lahan. Penelitian dilaksanakan di kawasan budidaya hortikultura dataran tinggi Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali menggunakan metode survei deskriptif eksploratif berbasis satuan lahan. Sebanyak 40 titik pengamatan ditetapkan secara purposive pada satuan lahan hasil overlay peta penggunaan lahan, jenis tanah, dan kemiringan lereng. Evaluasi kesesuaian dilaksanakan dengan metode matching dengan digunakannya prinsip skoring dan pembobotan, kemudian diintegrasikan dalam Sistem Informasi Geografis guna memberikan hasil peta kesesuaian lahan dan faktor pembatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kondisi agroklimat telah memenuhi kelas sangat sesuai (S1) dengan suhu rerata 25,12 °C dan curah hujan tahunan 2.277,33 mm. Namun demikian, kawasan penelitian didominasi kelas cukup sesuai (S2) seluas 410,169 ha (97,09%), sedangkan kelas sangat sesuai (S1) hanya mencapai 12,290 ha (2,91%). Faktor pembatas utama meliputi kandungan N-total yang sangat rendah, drainase terhambat, kemiringan lereng, rendahnya ketersediaan P₂O₅ dan K₂O, serta tingginya batuan permukaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwasanya potensi pengembangan budidaya jeruk keprok masih sangat besar karena sebagian besar faktor pembatas dapat diperbaiki melalui pengelolaan hara spesifik lokasi, perbaikan drainase, dan penerapan konservasi tanah. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan kawasan jeruk keprok yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.