Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Tepung Kerang Hijau (Perna viridis) Sebagai Bahan Alternatif Bahan Baku Pakan Ikan Muh Rezky Samsari; Elza Maulyta; Febryanty Limbongbua; Andi Sukainah; Amirah Mustarin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 11 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v11i2.11956

Abstract

Substitusi tepung kerang hijau (Perna viridis) dengan konsentrasi berbeda terhadap kualitas fisik dan kimia pakan ikan buatan. Tepung kerang hijau dipilih sebagai bahan alternatif karena kandungan protein dan mineralnya yang tinggi serta ketersediaannya yang melimpah di wilayah pesisir sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakan ikan karena memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti, 40,8 % air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat dan 4,3 % abu. Tujuan dari penelitian ini bagaimana pengaruh subtitusi tepung kerang hijau terhadap kualiatas fisik dan kimia pakan ikan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa tepung kerang hijau (K) serta tiga perlakuan substitusi tepung kerang hijau berturut-turut sebesar 45% (A), 40% (B), dan 35% (C), masing-masing diulang tiga kali. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan parameter fisik meliputi daya pikat, daya larut, warna, dan tingkat kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kerang hijau memberikan pengaruh signifikan terhadap sebagian besar parameter uji. Perlakuan A menghasilkan kadar air 12,7%, kadar abu 21,8%, kadar protein 29,94%, dan kadar lemak 4,90%, yang berada dalam kisaran standar SNI pakan ikan. Sementara itu, perlakuan kontrol menunjukkan kadar karbohidrat tertinggi sebesar 44,77%. Pada uji fisik, perlakuan A–C menghasilkan daya larut yang lebih stabil dan tingkat kekerasan yang lebih tinggi dibanding kontrol, menandakan struktur pelet yang lebih kompak akibat kandungan mineral tepung kerang hijau. Daya pikat tertinggi ditemukan pada perlakuan kontrol, namun penurunan pada perlakuan A–C masih berada dalam batas penerimaan ikan.