Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penerapan GHP Berdasarkan Standar Codex Alimentarius pada Katering YYC Taiwan Muflih Mubarok Awal; Indrayani; Amirah Mustarin; Nur Arif Pradana; Achsan
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v12i2.13650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Good Hygiene Practices (GHP) pada prosedur pencucian tas kemasan Perusahaan Katering YYC Taiwan dengan mengacu pada standar internasional Codex Alimentarius (CXC 1-1969), menganalisis kesesuaian tindakan higiene karyawan, serta mendeskripsikan kondisi kelayakan fasilitas sanitasi pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan intensif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar daftar periksa (checklist) GHP yang dinilai berdasarkan skala gradasi skor 1, 2 dan 3. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi GHP secara umum telah berjalan efektif melalui lima tahapan standar Codex, yaitu pembersihan awal, penyabunan, pembilasan, sanitasi, dan pengeringan. Namun, konsistensi mutu prosedur ini dinilai sangat rentan terhadap gangguan fasilitas fisik, seperti kerusakan teknis pada water heater yang menghambat pelarutan lemak serta lonjakan volume tas yang mengganggu tahap disinfeksi alkohol. Pada aspek higiene personal, pekerja menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap prosedur dasar, tetapi terdapat inkonsistensi penggunaan sarung tangan akibat keterbatasan distribusi logistik dari manajemen. Titik kritis terlemah ditemukan pada aspek fasilitas lingkungan yang belum cukup kedap serta ketiadaan SOP tertulis resmi dan lembar verifikasi pengawasan formal. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk melakukan formalisasi dokumen SOP, menyediakan sistem cadangan fasilitas kritis, dan mengoptimalkan ruang penyimpanan guna meminimalkan risiko kontaminasi silang.