Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dan menguji penerapan awal Eco-Rocket Stove Dual-Chamber, yaitu tungku dua ruang yang memanfaatkan sekam padi sebagai biomassa pendukung untuk membantu pembakaran residu sampah. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil samping pembakaran sebagai bagian dari pengelolaan sampah dan limbah pertanian secara lebih produktif. Desain dan Metode Pelaksanaan: Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, perakitan atau demonstrasi prototipe, pelatihan pengoperasian, pengamatan proses, serta evaluasi awal bersama masyarakat atau pengelola TPS3R. Peserta memperoleh penjelasan tentang pemilahan bahan, pemanfaatan sekam padi, dan keselamatan selama pengoperasian tungku. Temuan dan Pembahasan: Pengamatan awal menunjukkan bahwa prototipe dapat dioperasikan sebagai alat demonstrasi pembakaran termal. Pada kondisi uji yang dilaporkan dalam proposal, asap visual yang dihasilkan tampak lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Sekam padi juga diarahkan untuk diolah menjadi bahan baku briket bioarang, sementara abu dan residu anorganik dipertimbangkan sebagai bahan campuran paving block setelah memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan. Namun, penurunan emisi, efisiensi termal, rendemen briket, dan keamanan residu belum dapat dipastikan tanpa pengukuran laboratorium dan pengujian berulang. Kegiatan ini turut meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemilahan bahan, keselamatan pembakaran, pemanfaatan biomassa, dan peluang ekonomi sirkular. Implikasi: Eco-Rocket Stove Dual-Chamber berpotensi dikembangkan sebagai teknologi tepat guna bagi pemerintah desa, BUMDes, TPS3R, dan kelompok masyarakat. Penerapannya perlu disertai standar keselamatan, tidak digunakan untuk membakar limbah berbahaya, serta didukung validasi teknis yang memadai sebelum diperluas