Salma Witria Ningsih
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pencacah Limbah Jerami dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan: Studi Kasus KKN di Nagari Batipuah Ateh Fitra Wulandari; Tondika Aldo Rayhan; Salma Witria Ningsih; Indah Suci Rahmadani; Suci Mutma Inah; Erpita Yanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/raztkz69

Abstract

Limbah organik pertanian, terutama jerami padi dan sisa panen lainnya, belum dikelola dengan baik di Nagari Batipuah Ateh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Banyak petani masih membakar limbah atau membiarkannya menumpuk tanpa pengolahan lanjutan. Artikel ini menjelaskan dan menilai pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengembangkan mesin pencacah kompos sederhana dari bahan bekas, seperti ember cat, dinamo mesin cuci berdaya 150 watt, kapasitor, dan mata pisau sederhana. Kegiatan program mencakup observasi lapangan, perancangan dan pembuatan mesin, uji kinerja, sosialisasi, pelatihan teknis, serta demonstrasi langsung bersama Kelompok Tani, Karang Taruna, dan anggota PKK. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu mencacah sekitar 10–15 kg limbah organik lunak dalam waktu 10–15 menit. Proses pencacahan mengurangi volume limbah hingga 50% dan membantu memperpendek masa penguraian yang diamati dari satu sampai dua bulan menjadi sekitar dua sampai tiga minggu. Masyarakat memberikan tanggapan positif dan mengikuti praktik pengoperasian, perawatan, serta pemanfaatan hasil cacahan untuk membuat kompos. Mesin kemudian diserahkan kepada Pemerintah Nagari Batipuah Ateh agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Rancangan yang sederhana, biaya pembuatan yang rendah, dan pemakaian bahan yang mudah ditemukan menjadikan mesin tersebut sebagai pilihan praktis untuk mengelola limbah organik serta mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.