Muhammad Hafis Ramadani
Universitas Teuku Umar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan PJU Otomatis Berbasis Photocell Terintegrasi Jaringan Masjid di Jalur Transit Gampong Kuala Pling Muhammad Hafis Ramadani; Muhammad Assyafi’i Padang; Tia Sahara; Siti Karima; Dwita Sari Dalimunte; Gustina Ilya; Zulfikar Zulfikar; Sapik’an Malau; Irfan Irfan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fe4j4247

Abstract

Jalur transit di sekitar jembatan Gampong Kuala Pling, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, memiliki titik yang sebelumnya minim penerangan pada malam hari sehingga diperlukan tambahan penerangan yang dapat beroperasi tanpa pengoperasian manual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan satu unit Penerangan Jalan Umum (PJU) otomatis berbasis photocell dengan memanfaatkan jaringan listrik masjid yang telah tersedia. Kegiatan dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026 melalui tahapan observasi lokasi, identifikasi kebutuhan penerangan, penentuan titik pemasangan, persiapan material, pembuatan penyangga, pemasangan instalasi listrik, pengujian fungsi, dan evaluasi. Sistem menggunakan lampu LED 30 W dengan keluaran cahaya nominal 3.000 lumen, photocell 220 V 10 A waterproof, fitting E27, kabel NYM 2 × 1,5 mm² sepanjang kurang lebih 30 m, dan dua tiang kayu sebagai penyangga. Sumber listrik diambil dari keluaran MCB existing pada instalasi listrik masjid dan tidak dilakukan pemasangan MCB baru khusus PJU. Hasil pengujian fungsi menunjukkan lampu tidak menyala pada kondisi terang dan menyala pada kondisi gelap, sehingga fungsi pengendalian otomatis berjalan sesuai tujuan. Kegiatan menghasilkan satu unit PJU otomatis yang berfungsi dan memberikan tambahan sumber penerangan pada titik yang sebelumnya minim cahaya. Partisipasi masyarakat diwujudkan melalui penyediaan satu tiang kayu dan akses jaringan listrik masjid, sedangkan komponen lainnya disediakan oleh mahasiswa. Kegiatan menunjukkan bahwa teknologi penerangan otomatis sederhana dapat disesuaikan dengan sumber daya lokal. Evaluasi lanjutan menggunakan pengukuran lux dan energi disarankan untuk memperoleh penilaian kuantitatif