Angka kelahiran di Provinsi Kalimantan Barat terus mengalami lonjakan setiap tahunnya. Pertambahan populasi yang tidak berjalan selaras dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dapat mendatangkan hambatan besar bagi jalannya pembangunan wilayah. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah pendekatan analisis yang presisi guna mengidentifikasi berbagai variabel penentu tingkat kelahiran di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh persentase wanita 15-49 tahun kawin dan menggunakan KB, durasi pendidikan perempuan, tingkat partisipasi pekerja wanita, rasio populasi masyarakat prasejahtera, serta angka kematian bayi terhadap total kelahiran di Kalimantan Barat selama periode 2018. Pendekatan yang diimplementasikan adalah regresi linier melalui algoritma Backward Elimination. Pengujian hipotesis dieksekusi menggunakan uji F serta uji t, yang disusul oleh pengecekan uji asumsi klasik pada fungsi regresi final hasil seleksi Backward Elimination. Temuan riset mengonfirmasi bahwa melalui penyeleksian model tersebut, hanya variabel kematian bayi yang terbukti memberikan efek nyata terhadap angka fertilitas (kelahiran) di Kalimantan Barat pada tahun 2018. Variabel tersebut menyumbangkan porsi pengaruh sebesar 40,3%, sedangkan 59,7% sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel eksternal di luar model penelitian ini.