Helga Graciani Hidajat
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, , Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Culturally Responsive MOOC (Massive Open Online Courses) berbasis Self-Paced Learning sebagai Media Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Bullying di Sekolah Menengah Pertama Paramytha Magdalena Sukarno Putri; Helga Graciani Hidajat; Alfian Fawaidil Wafa; Fito Uky Syahrul Ramadan; Shanica Yohana Veronica; Alifia Meida Indrayati; Randy Gustawan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1566

Abstract

Kekerasan seksual dan bullying masih menjadi permasalahan di lingkungan sekolah, termasuk di SMP Negeri 2 Singosari, yang memerlukan edukasi preventif dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan warga sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas guru dalam mencegah serta menangani kekerasan seksual dan bullying melalui Culturally Responsive MOOC berbasis self-paced learning. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pengembangan program, sosialisasi, workshop guru, penerapan MOOC, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dan diikuti oleh 23 guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi keterlibatan, serta diskusi selama kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa guru telah memiliki pengetahuan yang baik terkait bullying dan kekerasan seksual selama mengikuti workshop dan implementasi MOOC. Guru juga mampu mengakses serta memahami penggunaan MOOC sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, pendekatan budaya, dan pembelajaran mandiri berpotensi menjadi strategi edukasi preventif untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan seksual dan bullying.