Antonius Nelson Tonda Sawu
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Mengintegrasikan Deep Learning untuk Menumbuhkan Karakter Siswa SMPN 7 Singaraja Antonius Nelson Tonda Sawu; I Made Yudana; Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1067

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam mengintegrasikan pendekatan deep learning terhadap pengembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi, mendeskripsikan tantangan yang dihadapi, serta menganalisis solusi dalam proses integrasi pendekatan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas VIII D di SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan deep learning telah dilaksanakan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), diskusi, studi kasus, refleksi, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Implementasi tersebut terindikasi mampu mendukung perkembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi peserta didik melalui kegiatan analisis masalah, penyampaian pendapat, kerja kelompok, serta pemecahan masalah kontekstual. Tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan guru yang beragam, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan peserta didik, rendahnya partisipasi sebagian siswa dalam diskusi dan kerja kelompok, kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat, serta kendala teknis dalam penggunaan teknologi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah dan guru melakukan berbagai upaya melalui pelatihan, supervisi akademik, pembelajaran berdiferensiasi, scaffolding, tutor sebaya, pemanfaatan media digital, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan partisipatif. Berbagai upaya tersebut mendukung pengembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.