Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menguji Faktor dalam Negative Social Comparison: Studi Confirmatory Factor Analysis pada Indikator Penilaian Peringkat, Keraguan Diri, Iri Hati Malisus, Perasaan Inferioritas, Konsumsi Media Sosial Komparatif, Dinamika Sabotase Interpersonal. Lisa Fitriyana; Edris Zamroni; Niswatun Sholikhah; Abdul Rochim
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v4i1.121

Abstract

ABSTRAK Perbandingan sosial negatif (negative social comparison) pada siswa merupakan fenomena psikologis multidimensional yang dapat memicu keraguan diri, iri hati malisus, perasaan inferioritas, hingga perilaku sabotase interpersonal, namun penelitian terdahulu cenderung mengkaji indikator-indikator tersebut secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji struktur faktor konstruk negative social comparison melalui pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan enam indikator: penilaian peringkat (rangking), keraguan diri, iri hati malisus, perasaan inferioritas, konsumsi media sosial komparatif, dan dinamika sabotase interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain survei korelasional. Instrumen berupa skala Likert 1-5 sebanyak 7 item telah diuji validitas (r = 0,604-0,870) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,889) menggunakan SPSS pada 35 responden uji coba. Data utama dikumpulkan dari 263 siswa SMP Negeri 1 Kudus yang dipilih melalui teknik random sampling dari populasi 1.315 siswa, kemudian dianalisis menggunakan CFA berbantuan jamovi. Hasil menunjukkan model enam faktor memiliki kecocokan sangat baik (χ² = 1,82; df = 4; p = 0,769; CFI = 1,000; TLI = 1,030; SRMR = 0,010; RMSEA = 0,000), dengan seluruh muatan faktor signifikan (p < 0,001) dan berada di atas ambang batas validitas (>0,35). Temuan ini mengonfirmasi bahwa keenam indikator secara empiris membentuk konstruk negative social comparison yang valid dan saling berkorelasi, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan instrumen deteksi dini dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Menguji Konstrukmotivasi Berprestasisiswa: Studi Confirmatory Factor Analysispada Dorongan Untuk Berprestasi, Pemilihan Tingkat Kesulitan, Akuntabilitas Hasil Kerja, Pencarian Informasi Evaluatif, Perencanaan Jangka Panjang, Kreativitas Dalam Solusi Moh Helmi Bahtiar; Edris Zamroni; Niswatun Sholikhah; Abdul Rochim
EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/jedu.v4i1.122

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor psikologis penting yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa, namun tingkat motivasi berprestasi siswa di berbagai sekolah masih tergolong sedang, sementara struktur pengukurannya yang mengintegrasikan dimensi Dorongan untuk Berprestasi, Pemilihan Tingkat Kesulitan, Akuntabilitas Hasil Kerja, Pencarian Informasi Evaluatif, Perencanaan Jangka Panjang, dan Kreativitas dalam Solusi belum banyak diuji secara empiris dalam satu model konfirmatori. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengonfirmasi struktur faktor instrumen motivasi berprestasi siswa melalui pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan populasi 1.315 siswa SMP Negeri 1 Kudus dan sampel sebanyak 262 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS, sedangkan pengujian CFA dilakukan dengan bantuan program jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengukuran enam dimensi motivasi berprestasi memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan data empiris, dengan nilai Chi-Square yang tidak signifikan, Comparative Fit Index dan Tucker-Lewis Index di atas 0,90, serta Root Mean Square Error of Approximation dan Standardized Root Mean Square Residual di bawah 0,08, dan seluruh muatan faktor terstandardisasi berada di atas 0,68. Temuan ini mengonfirmasi validitas konstruk instrumen motivasi berprestasi serta memberikan implikasi praktis bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang layanan yang lebih tepat sasaran berdasarkan profil motivasi berprestasi siswa.
Konstruksi Academic Self-Confidence: Studi Confirmatory Factor Analysis pada Indikator Self-Assurance, Assertiveness, Self-Acceptance, Risk-Taking, dan Social Skills Nova Yasmine Maharani; Edris Zamroni; Niswatun Sholikhah; Abdul Rochim
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.699

Abstract

Kepercayaan diri akademik (academic self-confidence) merupakan faktor penting bagi keberhasilan belajar siswa, namun struktur konstruknya self-assurance, assertiveness, self-acceptance, risk-taking, dan social skills jarang diuji simultan dalam satu model pengukuran. Penelitian ini menguji kesesuaian model pengukuran academic self-confidence terhadap kelima indikator tersebut menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Penelitian kuantitatif cross-sectional ini melibatkan 263 siswa SMP Negeri 1 Kudus, dipilih melalui random sampling dari populasi 1.315 siswa. Instrumen terdiri atas 6 item skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha = 0,846) pada 30 responden menggunakan SPSS, kemudian dianalisis dengan CFA melalui Jamovi. Hasil menunjukkan model fit sangat baik (χ² = 0,560; df = 3; p = 0,906; CFI = 1,00; TLI = 1,03; RMSEA = 0,00; SRMR = 0,0044), dengan seluruh item menunjukkan factor loading signifikan (p < 0,001). Temuan ini membuktikan kelima indikator dapat dimodelkan sebagai satu konstruk academic self-confidence yang berkorelasi, dengan implikasi praktis bagi pengembangan program bimbingan dan komseling.