Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menyeberang Menuju Destinasi Super Prioritas: Analisis Pola Asal-Tujuan Dan Kinerja Transportasi Multimoda Penumpang Di Kawasan Strategis Nasional Danau Toba Liberti H Tampubolon; M Ade Kurnia Harahap; Anggiat Sinurat; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/pra75179

Abstract

Danau Toba ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) sekaligus salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas pariwisata Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan sistem transportasi multimoda yang terpadu. Penelitian ini bertujuan mengukur besaran pertumbuhan pergerakan penumpang, mengidentifikasi karakteristik perjalanan, menganalisis pola dan intensitas pergerakan melalui estimasi Matriks Asal-Tujuan (MAT), serta menguji keterkaitan kebijakan pembangunan moda transportasi dengan pertumbuhan pergerakan penumpang di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui survei volume lalu lintas (traffic counting) 24 jam pada lima ruas jalan, survei wawancara tepi jalan (roadside interview), survei penumpang kapal di sebelas dermaga, wawancara penumpang Bandar Udara Silangit, dan survei rumah tangga pada delapan kabupaten zona internal. Data dianalisis dengan pemodelan transportasi empat tahap (bangkitan, sebaran, kalibrasi matriks gravitasi, dan validasi) serta indikator Load Factor untuk menilai kinerja angkutan penyeberangan. Hasil penelitian menunjukkan pergerakan penumpang terbesar terjadi pada koridor Kabupaten Karo-Simalungun (366.648 dan 379.354 orang/tahun) dan didominasi oleh pergerakan yang berasal dari pintu masuk Medan-Pematangsiantar, sementara pintu lintas timur (Labuhanbatu) memiliki kontribusi paling minim. Model bangkitan dan tarikan perjalanan menghasilkan koefisien determinasi moderat (R² 0,47-0,51) terhadap jumlah penduduk. Load Factor lintasan penyeberangan Simanindo-Tigaras masih berada di bawah 70%, mengindikasikan bahwa kapasitas armada penyeberangan yang tersedia, termasuk penambahan tiga kapal baru, belum sepenuhnya sebanding dengan pertumbuhan riil pergerakan penumpang. Temuan ini relevan dengan data terbaru yang menunjukkan tingkat konektivitas transportasi kawasan Danau Toba masih tergolong sedang (indeks gamma 0,471), serta kontribusi kunjungan wisatawan Danau Toba yang masih jauh di bawah destinasi unggulan lain. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan basis data asal-tujuan secara berkala serta penguatan konektivitas antarmoda untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Danau Toba yang berkelanjutan