Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Subsektor Perikanan dalam Pembangunan Wilayah dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Dairi Saragih, Jef Rudiantho; Lela, Janidar; Harmain, Ummu
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 6, No 6 (2021)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v6i6.21709

Abstract

Dairi Regency has natural and human resources and supports relatively adequate facilities, but fisheries do not significantly contribute to the regional economy. This study aims to describe the condition of fishing, analyze the role of the fishery subsector, and offer strategies for developing the fishery subsector. The research was conducted in Dairi Regency with 65 fish cultivators samples as the primary data source. Data and information were obtained through FGD from 7 resource persons from specialized agencies, the legislative, and other stakeholders in the fisheries subsector. Secondary data were obtained from several relevant institutions. The current condition of fisheries was analyzed descriptively, the role of the fishery sector was analyzed by Location Quotient, and development strategies were analyzed through SWOT analysis. In the 2010-2017 period, the fishery subsector contributed 2.10% to Dairi Regency's GDP. The most significant fish production is obtained from aquaculture in ponds, Minapadi, and floating nets. Capture fisheries come from lakes and rivers. The fishery subsector is a non-basic activity (LQ=0.97). Aquaculture is a primary activity with LQ=2.19, while capture fisheries are non-basic (LQ=0.49). Fishery development can be planned with a diversification strategy through: increasing utilization of natural and human resources and institutions to improve the efficiency of feed procurement and control of fish diseases; making local policies to improve the competitiveness of fisheries; and diversifying the fishery into Minapadi, ponds, and rivers; and lake capture fisheries. Regional strength can be optimized to respond to opportunities through the strategies: increasing fish production; responding to increased fish consumption as consumer demand; making policies that support institutional capacity building based on entrepreneurial activities, and improving the experience of fish cultivators and facilities and infrastructure.
MOTIVASI, PERSEPSI DAN KONFLIK PERAN PEKERJAAN-KELUARGA ENTREPRENEUR PEREMPUAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ummu Harmain; Slamet Hartono; Lestari Rahayu W; Dwidjono H.D Dwidjono H.D
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 16, No 1 (2014): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v16i1.1020

Abstract

This research is conducted to determine the motivations, perceptions and work-family role conflict of women entrepreneurs. Respondents are about 159 women entrepreneur of processed food in Daerah Istimewa Yogyakarta. This research uses descriptive qualitative analysis. The results show that most of their motivations to be entrepreneur are because of external factors in which financial pressure as the main reason. All the business environments observed, namely access to capital and credit, market orientation, networks and government support are in good atmosphere. Women entrepreneur have work-family conflict primarily related to the division of domestic labor, lack of work flexibility and the solid work hours. Keywords: women entrepreneur, motivations, perceptions and work-family role conflict.
SERTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN KEMASAN TAPE Ummu Harmain; Romauli Simanjuntak
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i2.564

Abstract

Usaha tape saat ini merupakan generasi kedua yang berjalan tanpa perkembangan yang berarti. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum berkembangnya pasar dan pengelolaan usaha yang masih sangat sederhana. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan pasar melalui sertifikasi produk dan pengembangan kemasan, pelatihan manajemen dan pembukuan usaha. Hasil yang diperoleh tersertifikasinya produk tape dengan memperoleh nomor pangan industri rumah tanggga (p-irt), pengembangan pasar alternatif, pengelolaan dan pembukuan usaha yang lebih baik.Keywords— Manajemen dan pembukuan usaha, pengembangan kemasan, sertifikasi produk dan tape
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kewirausahaan Petani Kopi Arabika di Kecamatan Dolog Masagal, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara: Factors Affecting the Entrepreneurial Performance of Arabica Coffee Farmers in Dolog Masagal District, Simalungun Regency, North Sumatra Province Jef Rudiantho Saragih; Ummu Harmain
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 5 No. 2 (2021): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2021.5.2.101-109

Abstract

Arabica coffee is a leading commodity in Simalungun Regency, where entrepreneurship becomes one of the important aspects in arabica coffee farming management. This study aims to understand the influence of internal factors (farmer age, education, experience, number of family members, family motivation, and work culture) and external factors (government support, community support, access to production facilities, and climatic conditions) on entrepreneurial performance of arabica coffee farmers. The research was conducted in two villages (Bangun Pane village and Bintang Mariah village) in Dolog Masagal district, Simalungun Regency, North Sumatra Province during March to May 2018. The study sample covers 60 farmer households who have Arabica coffee farming with at least 300 arabica coffee plants and minimum plant age of three years, determined by snowball sample method. The study used ratio and scale data (Likert scale), which was analyzed using multiple regression equations. Data were processed using SPSS 24. Results show that internal factors have positive and significant effect on the entrepreneurial performance of arabica coffee farmers (value Sig.=0.005), while external factors have positive and insignificant effect (value Sig.=0.313). Local governments through relevant technical agencies are recommended to provide facilitation in improving farmers' access to production factors, increasing quantity and quality of extension, technical guidance, and relevant training.
Komoditas Unggulan dan Potensial Sektor Pertanian Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara Jef Rudiantho Saragih; Alvera Siburian; Ummu Harmain; Tioner Purba
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.775 KB) | DOI: 10.37637/ab.v0i0.633

Abstract

Sektor Pertanian merupakan sektor dengan kontribusi terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Simalungun.  Namun pengembangan komoditas di sektor pertanian dinilai belum sepenuhnya berbasis pada komoditas basis dan tingkat pertumbuhannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komoditas unggulan dan komoditas potensial sektor pertanian dalam arti luas.  Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun, pada bulan Maret-Agustus 2019.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data produksi masing-masing komoditas pertanian tahun 2008-2017 diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun, dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.  Data produksi dianalisis dengan Location Quotient (LQ) dan tipologi Klassen.  Pangsa Sektor Pertanian dalam PDRB Kabupaten Simalungun tahun 2008-2017 adalah rata-rata sebesar 49,53%.  Berdasarkan hasil analisis data produksi, dalam kurun waktu 2008-2017, komoditas unggulan Kabupaten Simalungun (kombinasi nilai LQ>1, tumbuh cepat)  adalah ubi jalar (tanaman pangan); kentang, kubis, buncis, bayam, mangga, dan pisang (hortikultura); kelapa sawit, kopi arabika, kakao, dan cengkeh (perkebunan rakyat); kerbau (peternakan); dan kegiatan perikanan budidaya.   Sementara komoditas potensial (nilai LQ>1, tumbuh lambat) adalah padi ladang, jagung, dan ubi kayu (tanaman pangan); bawang merah (hortikultura); kopi robusta, pinang, aren, dan vanili (perkebunan rakyat);  sapi, babi, dan ayam kampung (peternakan).  Komoditas basis namun relatif tertinggal adalah kacang tanah.  Sementara, komoditas nonbasis namun tergolong berkembang cepat adalah nangka, manggis, sawo, durian, pepaya, nenas, petsai, terung, cabai, tomat, karet, wortel, kacang panjang, dan kayu manis. 
Efektivitas perencanaan partisipatif dan perancangan model perencanaan partisipatif dalam musrenbang RKPD Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Jef Rudiantho Saragih; Nisma Khairani Ritonga; Ummu Harmain
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.55402

Abstract

Perencanaan partisipatif merupakan konsekuensi logis dari perubahan paradigma perencanaan sentralistik ke perencanaan desentralistik. Melalui pelibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan, musrenbang merupakan bentuk partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi perencanaan partisipatif (musrenbang); (2) menganalisis efektifitas perencanaan partisipatif; dan (3) merancang model perencanaan partisipatif dalam musrenbang RKPD.  Penelitian dilaksanakan bulan Februari-Maret 2020 dengan mengambil satuan analisis pelaksanaan Musrenbang RKPD Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada tahun 2020.  Pengambilan sampel dan narasumber ditetapkan dengan kuota sampling sebanyak 60 orang responden pemangku kepentingan musrenbang. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, direct rating method (DRM), dan analisis SWOT.  Musrenbang kecamatan dilaksanakan dengan tahapan: musrenbang desa, pramusrenbang kecamatan, input ke e-planning, musrenbang kecamatan, dan pascamusrenbang kecamatan.  Efektivitas musrenbang diukur dari tiga dimensi, yaitu pencapaian tujuan, integritas, dan adaptasi.  Dimensi pencapaian tujuan berada pada skor 3,39 (cukup efektif), dimensi integritas 3,49 (efektif), sementara dimensi adaptasi 3,44 (efektif).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pelaksanaan musrenbang berada pada jalur yang tepat, namun berbagai aspek perlu ditingkatkan. Strategi agresif difokuskan pada Strategi SO, yaitu: (1) meningkatkan fungsi kecamatan dan integritas pelaku musrenbang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, (2) meningkatkan kesesuaian program yang diajukan berdasarkan aspirasi masyarakat, (3) meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan aplikasi e-planning dalam proses musrenbang kecamatan, dan (4) meningkatkan penggunaan teknologi informasi secara daring untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik.
ANALISIS PERSEPSI DAN MINAT MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN MENJADI PETANI Yudi Hantoro; Ummu Harmain
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Agrilink Vol 3 No 2 Agustus 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v3i2.522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi dan minat mahasiswa fakultas pertanian universitas simalungun menjadi petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden diambil menggunakan metode purposive sampling dan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 92 mahasiswa kemudian untuk menentukan sampel dari setiap program studi menggunakan teknik sampel proportional sampling Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Simalungun mempersepsikan pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan yang kurang bergengsi, sulit untuk dipahami, memiliki hasil yang tidak pasti, dan merupakan pekerjaan yang berat dan tidak adanya jaminan pendapatan disektor pertanian atau menjadi petan. Minat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Simalungun menjadi petani itu sangatla rendah dikarenakan mungkin menurut mahasiswa bekerja sebagai petani itu hanya bisa menjadikan pekerjaan sampingan bukan sebagai pekerjaaan utama mereka. The purpose of this study is to describe the perceptions and interests of students from the Faculty of Agriculture, Simalungun University, to become farmers. the method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Respondents were taken using the purposive sampling method and using the Slovin formula as many as 92 students then to determine the sample from each study program using the sample proportional sampling technique Based on the results of the study, it can be concluded that the perception of students from the Faculty of Agriculture, Simalungun University, perceives that work as a farmer is less prestigious, difficult to understand, has uncertain results, and is a tough job and there is no guarantee of income in the agricultural sector or being a farmer. The interest of students from the Faculty of Agriculture, Simalungun University, to become farmers is very low because according to students, working as farmers can only make a side job, not as their main job.
Peran Pendamping Penyuluh Swasta Terhadap Sumber Daya Petani Sawit Mandiri Menuju Regeneratif Agricultural (RAG) di Nagori Pematang Kerasaan Kabupaten Simalungun Ramainim Saragih; Ummu Harmain; Hotmantuah; Debora Sari Hutahean
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Agrilink Vol 5 No 2 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v5i2.773

Abstract

Peran pendampingan penyuluh pertanian dapat menjadi sarana sosialisasi kebijakan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam situasi petani yang tidak mampu mencapai tujuan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan. penyuluh menempati posisi yang penting sebagai agen perubahan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendamping penyuluh swasta terhadap peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan. Sifat dari penelitian ini adalah kualitatif di mana metode yang digunakan adalah dengan menggali informasi yang mendalam dari para informan terutama petani dan penyelengara penyulugan atau penyuluh swasata langsung. Dari hasil penelitian ditemukan aspek dampak penyuluh swasta yaitu aspek peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan, aspek ekonomi aspek pengetahuan, aspek sosial kapital penyuluh swasta
Ketahanan Pangan di Kabupaten Simalungun: Pendekatan Rasio Ketersediaan Beras Jef Rudiantho Saragih; Ratna Sahara; Ummu Harmain
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.1027

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi setiap manusia untuk dikonsumsi setiap harinya untuk aktif dan produktif secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas areal panen padi, jumlah penduduk, dan ketersediaan beras tahun sebelumnya terhadap ketahanan pangan. Ukuran ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan rasio ketersediaan beras, yaitu Rasio Konsumsi Normatif per kapita terhadap Ketersediaan Beras. Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun pada bulan Pebruari sampai bulan April tahun 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun dalam periode tahun 1988-2018. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Rasio ketersediaan beras rata-rata di Kabupaten Simalungun pada tahun1988-2018 adalah 0,41. Dengan surplus rata-rata 225.856 ton per tahun, ketahanan pangan (beras) Kabupaten Simalungun berada pada status surplus tinggi. Luas areal panen padi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; yang berarti bahwa penambahan luas lahan areal panen padi akan menurunkan rasio ketersediaan beras. Penurunan rasio ketersediaan beras berarti meningkatkan ketahanan pangan. Jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana pertambahan penduduk akan menaikkan rasio ketersediaan beras. Meningkatnya rasio ketersediaan beras berarti menurunkan ketahanan pangan. Ketersediaan beras tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan sangat signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana peningkatan jumlah ketersediaan beras tahun sebelumnya akan menurunkan nilai rasio ketersediaan beras. Dengan kata lain, ketersediaan beras tahun sebelumnya berperan positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi sekaligus rekomendasi bahwa diperlukan pengendalian laju alihfungsi lahan sawah, peningkatan produktivitas padi sawah dan padi ladang; pengendalian jumlah penduduk, diversifikasi pangan pokok; yang pada gilirannya akan meningkatkan ketersediaan beras tahun sebelumnya dan meningkatkan rasio ketersediaan beras dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun.
Strategi Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Saitt Buttu Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik Melalui Desa Wisata Elfina Okto Posmaida Damanik; Muldri PJ Pasaribu; Rahmainim Saragih; Meylida Nurchmania; Ummu Harmain
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v14i3.4284

Abstract

Desa Sait Buttu Saribu merupakan salah satu nagori yang ada di kecamatan Pematang Sidamanik, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara,Indonesia. Nagori Sait Buttu Saribu merupakan salah satu dari 9 Nagori dan 1 kelurahan di Kecamatan Pamatang Sidamanik. Dengan luas wilayah +1347 Ha atau 30 dari luas Kecamatan Pamatang Sidamanik sebesar 13.654Ha. Nagori Sait Buttu Saribu terletak pada ketinggian rata – rata 800m di atas permukaan laut. jumlah dari Penduduk Nagori Sait Buttu Saribu berjumlah 4972 jiwa Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian dari bertani, berdagang, dan beternak. Tahun 2021 desa Saitt Buttu Saribu ini ditetapkan sebagai salah satu desa wisata menawarkan wisata Agroekoedukasi dan Orientasi Budaya yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Sampai saat ini Desa Wisata Saitt Buttu mengalami kendala dalam menjalankan desa wisata, dimana jumlah wisatawan yang berkunjung tidak signifikan naik, sehingga pendapatan masyarakat sebagian besar dari hasil pertanian. Sehingga untuk dapat meningkatkan pendapatan masayarakat dari desa wisata ini diperlukan suatu strategi pengembangan yang diterapkan Desa Wisata Saitt buttu agar mendapatkan strategi yang cocok dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil analisis faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal tersebut diolah dengan menggunakan Matriks SWOT. Hasil dari pengolahan tersebut menghasilkan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh Desa Wisata Saitt Buttu. Hasil penentuan strategi dalam pengembangan Desa Wisata Saitt Buttu adalah membuat paket wisata baru dengan mempertahankan yang sudah ada dan memanfaatkan potensi yang masih belum dimaksimalkan; menjaga, melestarikan, dan menambah fasilitas dan potensi yang sudah ada; kegiatan wisata Direct Interaction lebih diperkuat pada segi lingkungan; memperbaiki jalan, menambah petunjuk arah dan tiket masuk atau karcis masuk; menerapkan perkembangan dan penggunaan teknologi dan melakukan kerjasama atau bermitra dengan biro perjalanan wisata untuk promosi; meningkatkan atau menambah pelayanan, kualitas, dan fasilitas yang sudah ada; dan melakukan kerjasama atau bermitra dengan tempat wisata lain Kata kunci: Pendapatan, Desa wisata saitt buttu, SWOT
Co-Authors Ahmad Fakhri Hutauruk Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Andres M Ginting Andres M. Ginting Andrio Situmorang Anggiat Sinurat Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Sihombing Bonar Marpaung Christian Daniel Hermes Dabukke, Lamser Debora Sari Hutahean Doloksaribu, Sulastri Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dwidjono H.D Dwidjono H.D Eko Fernando Agustinus Sitanggang Elfina Okto Posmaida Damanik Endang Christina Ester Ria Aurora Ginting, Andres M. Harahap, Ahmad Rizki Harahap, M Ade Kurnia Hermes, Christian Daniel Hisarma Saragih Hotmantuah Ika Rosenta Purba James Pasaribu, Muldri Pudamo Jef Rudianto Saragih Jef Rudiyantho Saragih Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Junalius Juni Irianti Sitinjak Lamser Dabukke Lamser Dabukke Lela, Janidar Lestari Rahayu W M Ade Kurnia Harahap Malau, Sisca Juita Marpaung, Bonar Marulam MT Simarmata Meylida Nurchmania Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri P.J. Pasaribu Muldri PJ Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Musika, Mitra Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Purwansyah, Jaka Karona Indra Rahmainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Riski Winanda Romauli Simanjuntak Ronal Richard Haposan Sibuea Salsabila, Syifa Samosir, Elida Saragih, Dosni M R Saragih, Jef Rudiantho Saragih, Jef Rudiyantho Saragih, Ramainim Simbolon, Ferdy Berger Simon H Sidabukke Sinurat, Anggiat Sisca Juita Malau Sitinjak, Juni Irianti Situmorang, Andrio Slamet Hartono Sofian Purba Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tioner Purba Tirtana, Mhd Arief Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Triastuti Triastuti Viyona Leonita Sembiring Yudi Hantoro