p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Energy
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Dampak Sambaran Petir Terhadap Tower Transmisi 150 kV Berbasis Simulasi ATPDRAW di Jaringan Gardu Induk Kota Solok Yudia Meka Seftiani; Aldi Rahman; Julsam; Nazris Nazaruddin; Aditya Wardhani; Afif Pratama; Muhardika
Jurnal Surya Energy Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v9i1.285

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan modern sehingga ketersediaan listrik yang stabil menjadi kunci dalam mencapai keseimbangan lingkungan dan mendukung kemajuan masyarakat. Saluran transmisi listrik terdiri dari tower transmisi yang menyalurkan energi dari pembangkit listrik ke konsumen. Namun, tower transmisi rentan terhadap gangguan eksternal terutama sambaran petir yang dapat menyebabkan lonjakan tegangan dan mengganggu sistem kelistrikan. Perlindungan sistem transmisi dari dampak tersebut memerlukan penggunaan transmission line surge arrester (TLA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sambaran petir terhadap kawat fasa serta mengevaluasi efektivitas pemasangan TLA pada tower transmisi di wilayah kerja Gardu Induk Solok. Simulasi dilakukan menggunakan software alternative transient program (ATP), dengan parameter tower transmisi yang disesuaikan dengan standar kelistrikan di Indonesia. Variasi arus sambaran petir sebesar 30, 40, dan 50 kA serta waktu muka dan ekor 1,2/50 μs digunakan dalam simulasi untuk mengkaji kenaikan tegangan induksi pada setiap fasa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar arus petir, semakin tinggi tegangan lebih yang terjadi pada saluran transmisi. Setelah pemasangan TLA, hasil simulasi menunjukkan bahwa alat tersebut mampu mereduksi tegangan lebih akibat petir dengan efektivitas antara 73% hingga 87%. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa TLA sangat efektif dalam mengurangi lonjakan tegangan akibat sambaran petir, sehingga meningkatkan keandalan sistem transmisi listrik.
Studi Evaluasi Rewinding Motor Induksi Tiga Fasa 1,5 kW 3000 rpm dengan Parameter Tahanan Isolasi dan Arus Tanpa Beban Rayhan Shadiqi; Riza Widia; Wiwik Wiharti; Aldi Rahman; Akbar Abadi
Jurnal Surya Energy Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v11i1.1700

Abstract

Three-phase induction motors are widely used as electric drives in industrial sectors; therefore, their reliability and operational condition must be continuously maintained. One common repair method applied to induction motors experiencing winding damage is the rewinding process. This study presents an evaluation of the rewinding results of a three-phase induction motor rated at 1.5 kW with a nominal speed of 3000 rpm, conducted at the Electrical and Instrumentation Workshop Unit of PT. Semen Padang. The objective of this research is to assess the operational feasibility of the motor after rewinding by examining the conformity of electrical parameters, the quality of the insulation system, and the phase current balance. The research methodology includes collecting nameplate data as a reference, documenting stator windings, performing a visual evaluation of the stator condition, and conducting electrical tests comprising winding resistance measurement, insulation resistance (Rsi) testing, Polarization Index (PI) evaluation, and no-load current measurement. The test results indicate that the winding resistance values are balanced at 4.6 Ω for each phase, while the insulation resistance ranges from 1.80 to 3.31 GΩ with a Polarization Index value of 2.17. The no-load current test results show an average current of 1.29 A, corresponding to approximately 41% of the rated current specified on the nameplate, with a current unbalance of 2.3%. Based on these results, it can be concluded that the rewinding process was successfully performed and the induction motor meets the technical requirements and is suitable for re-operation.