MuhammadKhusnulSawab
itsk rs dr.soepraoen malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SELF STIGMA DENGAN RESIKO BUNUH DIRI PADA FASE REHABILITASI SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN TRENGGALEK MuhammadKhusnulSawab; Alfunnafi Fahrul Rizzal; Dian pitaloka priasmoro
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i1.1195

Abstract

Latar Belakang : Skizofrenia sebagai gangguan jiwa kronis dapat memicu self-stigma pada fase rehabilitasi yang memperburuk kondisi psikososial akibat keterbatasan peran dan kurangnya dukungan lingkungan sehingga meningkatkan risiko bunuh diri dan menegaskan pentingnya kajian ini sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan jiwa berbasis psikososial.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara self stigma dan risiko bunuh diri pada pasien skizofrenia fase rehabilitasi di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kabupaten Trenggalek.Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 56 pasien skizofrenia fase rehabilitasi di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kabupaten Trenggalek yang menggunakan instrumen ISMI-9 dan C-SSRS serta dianalisis dengan uji Spearman’s rho (α < 0,05) untuk menilai hubungan self-stigma dengan risiko bunuh diri.Hasil: Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self stigma dan risiko bunuh diri pada pasien skizofrenia fase rehabilitasi (r = 0,420 ; p = 0,001). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa self stigma yang tinggi pada pasien skizofrenia fase rehabilitasi berkaitan signifikan dengan peningkatan risiko bunuh diri, sehingga penurunan self stigma menjadi fokus penting intervensi keperawatan jiwa.