Aneka Muffti
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Transparansi Anggaran dan Temuan Audit BPK terhadap Opini Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Tindak Lanjut Rekomendasi Audit sebagai Variabel Moderasi: (Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021–2024) Aneka Muffti; Fefri Indra Arza
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 9 No. 2 (2026): April - September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transparansi anggaran dan temuan audit BPK terhadap opini audit laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD), dengan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (TLRHP) sebagai variabel moderasi. Desain dan Metodologi Penelitian: Menggunakan desain kausal kuantitatif, penelitian ini menganalisis 76 observasi dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2021–2024 menggunakan data sekunder dari laporan resmi BPK dan portal PPID, yang diuji melalui Regresi Logistik Ordinal dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Temuan dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi anggaran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap opini audit BPK (B = -3,639; p = 0,036), yang mengindikasikan bahwa peningkatan keterbukaan publik memfasilitasi pengawasan auditor (form over substance). Sebaliknya, temuan audit BPK (B = -0,100; p = 0,080) dan tindak lanjut rekomendasi (B = -0,278; p = 0,115) tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, TLRHP tidak terbukti memoderasi dampak transparansi anggaran (p = 0,055) atau temuan audit (p = 0,113) terhadap opini audit. Implikasi: Pemerintah daerah harus memprioritaskan kualitas pelaporan keuangan yang substantif daripada sekadar publikasi prosedural. Penelitian selanjutnya harus mengevaluasi metrik transparansi kualitatif dan nilai kerugian nominal di seluruh sampel geografis yang lebih luas.