Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Manajemen Risiko Operasional dalam Proses Pemberian Kredit Pensiun di PT Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Manado Regilia Lumempouw; Vekky Supit; Cysca Adeleida Juliana Langi
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v4i4.2889

Abstract

The banking sector faces various risks in carrying out its intermediation function, one of which is operational risk that may arise from inadequate or malfunctioning internal processes, human error, system failures, or external events. This risk has the potential to occur in various bank activities, including the pension loan disbursement process, particularly at the application and verification stages, which involve document review, data matching, and system usage. This study aims to describe and analyze the implementation of operational risk management in the pension loan application and verification process at PT Bank Mandiri Taspen Manado Branch Office, referring to the four risk management processes stipulated in Financial Services Authority Regulation Number 18/POJK.03/2016, namely risk identification, measurement, monitoring, and control. This study employs a qualitative approach using a descriptive case study method. Primary data were obtained through interviews with the Credit Operation Officer (PCO) and Account Officer Pension (AOP), as well as field observations, while secondary data were obtained from Standard Operating Procedures (SOPs), forms, internal policies, and other supporting documents. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldana, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, with data validity examined through source triangulation, technique triangulation, and member checking. This study is expected to provide an empirical overview of operational risk management practices at the branch office level and serve as a basis for evaluation for the company in strengthening its pension loan application and verification process.
Evaluasi Pengajuan Klaim JHT Melalui Aplikasi JMO Pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Monica Thiesska Patricia Siudu; Melky Krisna Elia Paendong; Cysca Adeleida Juliana Langi; Robby Tanod Mamusung
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.752

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan pengajuan klaim (JHT) melalui Aplikasi (JMO) pada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado, yang dilatorbelakangi oleh adanya masalah ketidaksesuain data peserta, kendala teknis pada sistem aplikasi serta sosisalisasi yang masih kurang optimal. Studi ini menerapkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluative dengan melibatkan sepuluh informan-lima petugas dan lima peserta yang menggunakan aplikasi JMO secara purposive, melalui wawancara mendalam, observasi serta studi dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan Model Implementasi Kebijakan Edward III, Kerangka e-Service Quality, dan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean. Temuan ini memperlihatkan bahwa petugas pada dasarnya telah memahami alur mekanisme klaim JHT meskipun belum pernah mendapatkan pelatihan secara formal, adanya kesenjangan kompetensi yang dapat dilihat antara Customer Service Officer (CSO) dan petugas security (lini pertama), sedangkan kesiapan peserta sangat bergantung pada tingkat literasi digital, dan sosialisasi belum sepenuhnya mengjangkau kelompok non-digital. Petugas dinilai cukup responsive dan proses pencairan dana berlangsung cepat sesuai waktu yang ditentutkan (1-3 hari kerja), meskipun kejelasan pesan kesalahan (error) serta batas maksimal klaim sejumlah Rp. 15.000.000 tetap menjadi hambatan. Kegagalan verifikasi biometrik tercatat sebagai kendala teknis yang paing sering ditemukan, serta diikuti oleh ketidaksesuain data, gangguan koneksi jaringan, dan keterbatasan kapasitas server, sebagian peserta tetap memandang JMO lebih praktis dibandingkan layanan tatap muka. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyarankan pengguna kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang disertai sosialisasi tersegmentasi, peningkatan mutu pelayanan, serta pembenahan aspek teknis sistem Jamsostek Mobile untuk mendukung kelancaran transformasi digital BPJS Ketenagakerjaan Manado yang lebih insklusif dan efisien.