Putri Amalina Nafisa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relationship Between Nutritional Status and Hemoglobin, Blood Glucose, Waist Circumference, and Upper Arm Circumference in High School Adolescents in Purwakarta Suci Amalia; Putri Amalina Nafisa; Sri Pani; Yuni Putri Pertiwi
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i3.1042

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to nutritional problems that may affect overall health. According to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of overweight and obesity among adolescents aged 16–18 years was 11.7% among males and 12.6% among females, while the prevalence of anemia among individuals aged 15–24 years was 15.5%. These conditions remain a public health concern requiring regular monitoring. This study aimed to analyze the association between nutritional status based on Body Mass Index-for-Age (BMI-for-age) and hemoglobin (Hb) levels, random blood glucose (RBG), waist circumference (WC), and mid-upper arm circumference (MUAC) among high school students in Purwakarta. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 52 students of MAN 1 Purwakarta selected using total sampling. Data were collected through a single measurement and analyzed using Spearman’s correlation test at a 95% confidence level. Most respondents were female (96.2%) and had normal nutritional status (75.0%), while 19.2% were classified as overweight. The mean Hb level was 12.04 ± 2.03 g/dL, with 48.1% of respondents classified as anemic. The mean RBG, WC, and MUAC were 115.88 ± 13.40 mg/dL, 71.80 ± 7.77 cm, and 24.69 ± 3.11 cm, respectively. Nutritional status was significantly associated with WC (r = 0.598; p < 0.001) and MUAC (r = 0.679; p < 0.001), whereas Hb (r = −0.067; p = 0.638) and RBG (r = 0.139; p = 0.326) were not significantly associated with nutritional status. These findings indicate that routine monitoring of nutritional status and anthropometric indicators is important among adolescents as an early detection measure for the risk of central obesity.
Edukasi Hipertensi melalui demonstrasi pembuatan jus Belimbing Nanas di Klinik Ferren Linda Windiarti; Nurriyah Humaira; Abdul Malik Simatupang; Putri Amalina Nafisa
Journal of Holistic Community Service Vol 4 No 1 (2026): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v4i1.102

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia dengan prevalensi nasional sebesar 34,11%, menjadikan Indonesia sebagai populasi penderita hipertensi terbesar kelima di dunia. Selain terapi farmakologis, pendekatan non-farmakologis seperti pola makan sehat dan terapi jus berbahan buah lokal yang kaya kalium dan serat dapat mendukung pengendalian tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta tentang hipertensi serta membekali keterampilan praktis dalam pembuatan jus belimbing nanas sebagai minuman sehat untuk mendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di Klinik Ferren dan diikuti oleh 16 peserta. Kegiatan memadukan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan demonstrasi pembuatan jus belimbing nanas. Efektivitas kegiatan dievaluasi dengan membandingkan skor pengetahuan pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 68,13 ± 21,046 (pretest) menjadi 75,00 ± 18,974 (posttest). Namun, uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,119 (p > 0,05), sehingga peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik. Kesimpulan: Meskipun peningkatan pengetahuan belum signifikan secara statistik, kegiatan ini dapat berfungsi sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang hipertensi dan penerapan pola makan sehat dengan memanfaatkan makanan lokal.