Syurya Muhammad Nur
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Resepsi Khalayak terhadap Representasi Citra Aparat Kepolisian dalam Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia Ria Eka Ningrum; Nurmala Nurmala; Salman Salman; Syurya Muhammad Nur
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i4.1208

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengonstruksikan gambaran sosial yang dapat memengaruhi cara khalayak memahami institusi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi khalayak terhadap representasi citra aparat kepolisian dalam film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif deskriptif, dan analisis resepsi berdasarkan model encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui observasi film, dokumentasi, serta wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif dan memiliki latar belakang media, film, komunikasi, aktivisme, serta masyarakat umum. Data dianalisis melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan klasifikasi pemaknaan ke dalam posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Hasil menunjukkan bahwa posisi khalayak berubah menurut jenis klaim yang dibangun film. Representasi yang bersifat afektif dan universal, seperti peran ayah dan kepedulian terhadap keselamatan warga, cenderung diterima secara dominan. Sebaliknya, representasi kompetensi institusional pada proses investigasi dan interogasi lebih banyak dinegosiasikan atau ditolak karena dianggap terlalu cepat dan ideal. Adegan yang memadukan keputusan humanis dengan tindakan kekerasan juga memunculkan oposisi kuat. Penelitian menyimpulkan bahwa resepsi dipengaruhi bukan hanya oleh latar sosial dan pengalaman, tetapi juga oleh kemampuan penonton menguji plausibilitas klaim film terhadap realitas yang mereka kenal.