Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Wicara

Perubahan Makna dalam Lirik Lagu Album Tutur Batin Karya Yura Yunita sebagai Bentuk Katarsis dan Kontemplasi Diri: Kajian Semantik Putra, Awang Arsy Syah; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v%vi%i.20368

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri, (2) faktor penyebab terjadinya perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri (3) nilai estetika yang terkandung dalam lirik lagu pada Album Tutur Batin Karya Yura Yunita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan data pada perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa perubahan makna kata dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita yang merujuk kepada katarsis dan kontemplasi diri. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu dalam album Tutur Batin karya Yura Yunita. Metode analisis data yakni dengan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan, dari data lagu dalam album Tutur Batin, terdapat kata yang mengalami fenomena perubahan makna. Dari kata yang mengalami perubahan makna ditemukan perubahan makna meluas, perubahan makna menyempit, perubahan makna penurunan, perubahan makna peninggian, perubahan makna persamaan, dan perubahan makna pertukaran. Penyebab perubahan makna yang ditemukan, yakni adanya asosiasi, pengembangan istilah, perbedaan bidang pemakaian, perbedaan tanggapan, perkembangan ilmu dan teknologi, perkembangan sosial dan budaya, serta pertukaran tanggapan indera. Lirik lagu tersebut juga menunjukan nilai estetika yang ada di dalamnya yakni seperti penggunaan kata metaforis, personifikasi, ketegasan, pengontrasan dan nilai estetika lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan perubahan makna yang sering terjadi dalam lirik lagu pada album Tutur Batin adalah perubahan makna menyempit dan faktor penyebab terjadinya perubahan banyak dipengaruhi oleh pengembangan istilah yakni kata yang sudah ada dalam bahasa Indonesia mendapat penambahan makna baru.
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Belum Mapan dan Pejuang Mapan Karya Abay Adhitya (Kajian Pragmatik) Makrif, Vikram; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17102

Abstract

Penelitian ini mengambil data tindak tutur dari film berjudul Belum Mapan dan Pejuang Mapan sebagai objek dalam penelitian. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi. Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga pemaparannya secara deskriptif menggunakan bahasa pada umumnya. Metode perolehan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan yang alat penentunya berada di luar bahasa dan tidak menjadi bagian dari bahasa itu sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori pragmatik yang difokuskan pada jenis tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi yaitu representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. 
Relasi Makna dalam Permainan Bahasa Plesetan Humor Cak Lontong (Kajian Semantik) Pratama, Lopang; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.23252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna humor plesetan yang digunakan Cak Lontong ketika memandu permainan teka-teki sulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji makna yaitu tuturan dan jawaban yang digunakan Cak Lontong banyak mengandung makna konotasi. Teori yang dipakai adalah teori semantik milik Mansoer Pateda dan teori humor milik Arthur Asa Berger. Metode pemerolehan data menggunakan metode simak. Data diperoleh dengan cara melihat, disimak berulang-ulang, mentransliterasikan data ke dalam teks, dan mengklasifikasikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode analisis data menggunakan metode agih yaitu metode analisis yang alat penentunya berasal dari bahasa yang diteliti. Metode agih kemudian terbagi lagi menjadi dua yaitu teknik dasar dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan dengan teknik ganti. Sedangkan penyajian hasil analisis data disajikan secara informal berupa analisis deskriptif kualitatif disertai gambar. Dari hasil analisis ditemukan 6 jenis relasi makna yaitu: relasi inklusi, relasi tumpang tindih, relasi keberlawanan, relasi persinggungan, relasi homonimi, dan relasi ketaksaan.