Keberhasilan sebuah korporasi industri alat berat yang sarat akan intensitas operasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Guna merealisasikan target organisasi secara tepat guna dan berdaya guna, eskalasi performa staf yang maksimal menjadi sebuah keniscayaan. Kajian ilmiah ini difokuskan untuk menginvestigasi dampak dinamika konflik internal serta tingkat kedisiplinan terhadap produktivitas pegawai pada entitas bisnis alat berat di kawasan Jakarta Utara. Metodologi yang diaplikasikan bersifat kuantitatif dengan mengusung pendekatan deskriptif sekaligus verifikatif. Melibatkan total 96 orang pegawai CV X sebagai subjek sampel, instrumen pengumpulan data memanfaatkan lembar kuesioner terstruktur. Selanjutnya, pengolahan data dikerjakan melalui teknik analisis regresi linear berganda yang didukung oleh perangkat lunak SPSS versi 25, mencakup uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta pengukuran koefisien determinasi. Berdasarkan temuan empiris, terungkap bahwa gesekan atau konflik pekerjaan memberikan pengaruh yang searah dan signifikan terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja (nilai t hitung = 9,196; p = 0,000). Demikian pula dengan faktor kepatuhan aturan, di mana disiplin kerja terbukti berkontribusi positif dan signifikan terhadap performa staf (nilai t hitung = 7,184; p = 0,000). Secara bersama-sama, hasil pengujian simultan menunjukkan angka F hitung sebesar 115,615 dengan tingkat signifikansi 0,000. Perolehan koefisien determinasi (Adjusted R Square) senilai 0,707 mengindikasikan bahwa variasi pada kinerja pegawai mampu dijelaskan oleh variabel konflik serta disiplin kerja hingga 70,7%. Secara keseluruhan, konklusi riset ini menegaskan urgensi manajemen penanganan konflik yang solutif serta penegakan aturan kedisiplinan yang ajek sebagai strategi utama dalam mendongkrak prestasi kerja karyawan.”