Abstract This study aims to describe the mathematical concepts involved in the tofu-making process. This research was conducted to understand how mathematics can emerge at any time, even connecting it to local culture, as mathematics is often considered a difficult subject and far removed from daily activities. The ethnomathematics approach introduced by D'Ambrosio demonstrates that cultural activities within communities have developed concrete mathematical practices. This study employed qualitative research methods with an ethnographic approach, namely through observation, interviews, and documentation. Some of the mathematical concepts identified include comparison, measurement, estimation, multiplication, plane and solid shapes, volume, area, and volume contraction. These concepts were applied practically based on the experiences and habits of workers in the tofu production process. This demonstrates that the activity of tofu making contains mathematical elements that have developed within the community’s culture. Therefore, it can be studied as a form of ethnomathematics and has the potential to be used as a contextual resource for mathematics learning that is closely tied to everyday life. Keywords: culture, ethnomathematics, production, tofu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terlibat dalam proses pembuatan tahu. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana matematika dapat muncul kapan saja bahkan dikaitkan dengan budaya lokal mengingat matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan jauh dari aktivitas sehari-hari. Pendekatan etnomatematika yang diperkenalkan oleh D'Ambrosio menunjukkan bahwa aktivitas budaya dalam masyarakat telah melahirkan praktik-praktik matematika yang konkret. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Beberapa konsep matematika yang ditemukan meliputi perbandingan, pengukuran, estimasi, perkalian, bangun datar dan bangun ruang, volume, luas, serta penyusutan volume. Konsep-konsep tersebut diterapkan secara praktis berdasarkan pengalaman dan kebiasaan para pekerja dalam proses produksi tahu. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pembuatan tahu mengandung unsur-unsur matematika yang telah berkembang dalam budaya masyarakat. Oleh karena itu, aktivitas ini dapat dikaji sebagai bentuk etnomatematika dan berpotensi menjadi sumber kontekstual bagi pembelajaran matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keywords: budaya, etnomatematika, produksi, tahu.