Alif Damar Septianto
Universitas Pelita Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSELERASI DESA MANDIRI BERBASIS SDGS DESA MELALUI MODEL INTERVENSI PENTAHELIX: SINERGI BISNIS DIGITAL, HUKUM TATA KELOLA, EDUKASI KEWIRAUSAHAAN, DAN EKONOMI SYARIAH Murfi Ardiansyah; Intan Fitri Lestari; Muhammad Faiz Farhan; Elisabeth Helsa Kurnia; Alif Damar Septianto; Karyono
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/5tb2en75

Abstract

Kemandirian desa merupakan agenda strategis nasional yang selaras dengan implementasi SDGs Desa, namun masih terkendala oleh rendahnya literasi digital, tata kelola kelembagaan, kepastian hukum, dan akses pembiayaan yang inklusif bagi UMKM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengakselerasi desa mandiri melalui model intervensi pentahelix yang mengintegrasikan empat pilar: bisnis digital, tata kelola hukum, edukasi kewirausahaan, dan literasi ekonomi syariah. Program dilaksanakan di Desa Karangbahagia melalui tahapan identifikasi potensi, sosialisasi SDGs Desa, pelatihan bisnis digital, pendampingan hukum BUMDes, edukasi kewirausahaan berbasis potensi lokal, serta pengenalan skema pembiayaan syariah dan pengelolaan dana sosial produktif. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR) dengan evaluasi pre-test dan post-test serta N-Gain Score untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap SDGs Desa (N-Gain=0,72), keterampilan digital UMKM (N-Gain=0,68), literasi hukum tata kelola (N-Gain=0,65), dan pemahaman ekonomi syariah (N-Gain=0,61). Kegiatan ini mendorong terbentuknya sinergi pentahelix yang berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan desa berbasis SDGs. Program ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa lain dalam mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, kepastian hukum, dan keuangan inklusif syariah.