Penelitian ini dilatarbelakangi oleh disrupsi mental dan kecemasan akademik siswa belajar akhir akibat padatnya kurikulum asrama serta tekanan konformitas sebaya. Penelitian bertujuan mengevaluasi kerentanan batin siswa, menganalisis internalisasi nilai “Pribadi Hebat” Buya Hamka oleh Guru PAI, serta melacak dampaknya terhadap elajaran mental siswa di MTs Syifaurrahman Kota Tasikmalaya. Teori yang digunakan elaja integrasi Teori Kesehatan Mental Islami Zakiah Daradjat dan Kemandirian Jiwa (Istiqlal al-Ruh) Buya Hamka. Metode penelitian menggunakan studi lapangan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Guru PAI, Guru BK, tiga siswa, serta dokumen Jurnal Refleksi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan awal siswa bersumber dari target hafalan dan konformitas buta (ima’ah). Internalisasi nilai kemandirian melalui elajaran Mahfudzot sukses diterapkan lewat empat fase taktis (Izzah, Taklid, Syaja’ah, Thumaninah). Model ini terbukti efektif mengubah mekanisme koping siswa dari menghindar (avoidance) menjadi pemecahan masalah aktif berbasis tauhid.