This Author published in this journals
All Journal Agribis
Muhamad Sukri
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERALIHAN USAHA TANI KARET (Hevea brasiliensis) KE KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) DI NAGARI SUNGAI LANSEK, KECAMATAN KAMANG BARU, KABUPATEN SIJUNJUNG Muhamad Sukri; Roni Jarlis; Fildza Arief Syuhada; Andi Alatas
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/hzfann51

Abstract

Peralihan usaha tani dari karet ke kelapa sawit merupakan fenomena yang banyak terjadi di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Sungai Lansek, sebagai respons terhadap perubahan kondisi sosial, ekonomi,dan lingkungan. Namun demikian, keputusan petani untuk melakukan peralihan usaha tani tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor ekonomi, melainkan juga oleh berbagai faktor lainnya. Penelitian ini disusun guna mengungkap faktor-faktor yang berperan terhadap keputusan petani beralih dari karet ke kelapa sawit serta mengidentifikasinya secara parsial maupun simultan. Dengan pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 21 petani yang telah beralih ke kelapa sawit, lalu diolah menggunakan regresi linier berganda yang mencakup uji t, uji F serta koefisien determinasi. Dari lima variabel yang diuji, hanya akses informasi dan teknologi yang terbukti berpengaruh secara parsial (signifikansi 0,019), sementara faktor ekonomi, sosial budaya, teknis-lingkungan, serta kebijakan-kelembagaan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Ketika diuji secara bersama-sama, kelima faktor tersebut justru signifikan (F hitung 4,762; signifikansi 0,008), dengan kontribusi yang menjelaskan sekitar 48,5% keragaman keputusan petani (Adjusted R Square 0,485), sedangkan sisanya dipengaruhi unsur di luar model. Sementara 51,5% lainnya ditentukan oleh  faktor di luar model. Artinya, keputusan beralih komoditas lahir dari kombinasi berbagai faktor, sehingga  diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung peralihan usaha tani.