Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SD Islam Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian deep learning sebagai pendekatan pedagogis (bukan kecerdasan buatan) pada pembelajaran PKn di sekolah dasar berbasis Islam yang memiliki keterbatasan fasilitas, konteks yang belum banyak diungkap penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan satu kepala sekolah, satu guru PKn, dan lima siswa kelas V yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data sekitar tiga minggu. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan), dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga dimensi deep learning, yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning, melalui diskusi kelompok, bermain peran, project-based learning, dan pembelajaran kontekstual yang dipadukan dengan pembiasaan nilai keislaman seperti amanah dan keadilan. Implementasi didukung kebijakan kepala sekolah, pelatihan guru, dan antusiasme siswa, tetapi terhambat keterbatasan buku, media, dan dana sekolah. Dampaknya tampak pada enam indikator berpikir kritis: keberanian bertanya, keaktifan berdiskusi, kemampuan memberi alasan, keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, kepercayaan diri, dan keterbukaan menyampaikan pendapat, meskipun sebagian siswa masih merasa malu. Temuan ini menjadi rujukan praktis bagi guru PKn di sekolah dasar berbasis Islam dalam menerapkan deep learning di tengah keterbatasan fasilitas