Shinta Hariyani
Universitas Nurul Huda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Harmonisasi Nilai Pendidikan Multikultural dan Keaswajaan di Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren Romdloni; Dwi Faruqi; Ade Rosad; Shinta Hariyani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1866

Abstract

Perguruan tinggi berbasis pesantren menempati posisi strategis sebagai ruang perjumpaan antara tradisi keilmuan Islam dan tuntutan kehidupan akademik yang plural. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harmonisasi nilai-nilai pendidikan multikultural (toleransi, kesetaraan, demokrasi, keadilan, dan pluralisme) dengan nilai-nilai keaswajaan (tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh) dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Nurul Huda (UNUHA) Sukaraja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa dan dosen yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik, perpanjangan pengamatan, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan pokok. Pertama, harmonisasi nilai berlangsung pada tataran konseptual melalui hubungan konvergensi-komplementer: nilai keaswajaan berfungsi sebagai landasan teologis-normatif, sedangkan nilai multikultural berfungsi sebagai kerangka operasional-sosiologis, sehingga keduanya tidak berhadapan secara dikotomis. Kedua, harmonisasi terwujud dalam tri dharma dengan penekanan berbeda: dharma pendidikan melalui integrasi nilai pada kurikulum, iklim kelas dialogis, dan keteladanan dosen; dharma penelitian melalui pemilihan topik berbasis kearifan lokal dan etika penelitian yang menjunjung i'tidal; serta dharma pengabdian melalui program lintas kelompok masyarakat yang menegaskan tasamuh dan keadilan sosial. Ketiga, harmonisasi menghadapi kendala berupa pemahaman nilai yang belum merata di kalangan dosen, dominasi pendekatan normatif-doktriner pada sebagian mata kuliah, serta belum tersedianya instrumen evaluasi afektif yang terukur. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman integrasi nilai lintas dharma sebagai kebijakan institusional.