Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah penerapan diet rendah garam.Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap diet rendah garam pada pasien hipertensi di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2026.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap diet rendah garam diukur menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji pearson Chi-square.Hasil : Karakteristik responden didominasi usia 61–75 tahun sebanyak 52 responden (61,9%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (57,1%), berpendidikan SMA sebanyak 51 responden (60,7%), dan tidak bekerja sebanyak 50 responden (59,5%). Dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 42 responden (50%), sedangkan kepatuhan terhadap diet rendah garam sebagian besar berada pada kategori cukup patuh sebanyak 66 responden (78,6%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap diet rendah garam pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap diet rendah garam pada pasien hipertensi di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2026. Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan, semakin baik pula kepatuhan pasien dalam menjalankan diet rendah garam. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam program edukasi dan pengelolaan hipertensi untuk meningkatkan keberhasilan terapi nonfarmakologis.