Latar Belakang: Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di kisaran 60%. Salah satu sektor jasa yang tumbuh pesat adalah usaha laundry, terutama di kawasan penunjang pariwisata seperti Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar. Operasional usaha laundry sangat bergantung pada listrik, namun penentuan daya terpasang sering kali didasarkan pada kebiasaan atau modal awal, bukan perhitungan teknis. Tujuan: Menganalisis kebutuhan daya listrik pada tiga usaha laundry di Desa Sanur Kauh berdasarkan pengukuran beban aktual dan pola operasional harian, serta mengevaluasi kesesuaian daya terpasang terhadap kebutuhan operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengukuran langsung menggunakan power meter/clamp meter pada tiga usaha laundry, yaitu Eazy Wash Laundry, Sung Laundry, dan Sari Laundry. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan, arus, faktor daya, daya terukur peralatan, dan durasi pemakaian. Analisis dilakukan menggunakan persamaan daya listrik, energi listrik, beban puncak, faktor beban (load factor), dan faktor kebutuhan (demand factor). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eazy Wash Laundry mencatat beban puncak tertinggi sebesar 6.420 W dengan daya rata-rata 1.711,5 W, Sung Laundry mencatat beban puncak 2.760 W dengan daya rata-rata 687,7 W, dan Sari Laundry mencatat beban puncak 2.750 W dengan daya rata-rata 579,25 W. Nilai demand factor ketiga usaha berkisar 62,50% hingga 72,95%, yang berarti daya terpasang secara umum masih memadai. Namun, nilai load factor ketiganya relatif rendah, yaitu 21,06% hingga 26,66%, mengindikasikan pola pemakaian listrik yang tidak merata dengan lonjakan tajam pada jam sibuk. Kesimpulan: Daya listrik terpasang pada ketiga usaha laundry secara umum telah sesuai dengan kebutuhan operasional, namun masih terdapat potensi peningkatan efisiensi melalui pemerataan jadwal penyalaan mesin. Disarankan kepada pengelola untuk menghindari penyalaan pompa air bersamaan dengan mesin pengering pada jam sibuk, serta mempertimbangkan evaluasi daya sebelum penambahan mesin baru.