Hiperglikemia kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat memicu berbagai komplikasi serius. Daun mimba (Azadirachta indica) dan daun kelor (Moringa oleifera) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi ekstrak etanol daun mimba dan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pretest-posttest control group design. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok yakni kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,45 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan kombinasi ekstrak dosis 150, 250 dan 350 mg/kgBB. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Induksi aloksan dilakukan secara intraperitoneal dengan dosis 120 mg/kgBB. Kadar glukosa darah diukur pada H0, H3 (pasca-induksi), H7, H14, dan H21 (pasca-perlakuan). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, One-Way ANOVA, dan Tukey HSD. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Kadar glukosa darah meningkat signifikan setelah induksi aloksan pada H3 (218,75–223,00 mg/dL). Setelah pemberian perlakuan, terjadi penurunan kadar glukosa darah dari H3 ke H21. Penurunan kadar glukosa darah pada dosis kombinasi 150, 250, dan 350 mg/kgBB berturut-turut adalah sebesar 106,60 mg/dL; 103,50 mg/dL; dan 109,25 mg/dL. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (F = 12,481; p = 0,000). Uji Tukey HSD mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan antar variasi dosis perlakuan. Kombinasi ekstrak etanol daun mimba dan daun kelor efektif menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi aloksan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai terapi herbal pendamping diabetes melitus. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi profil keamanan serta mekanisme kerja molekulernya secara lebih mendalam.