Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Soft Chew Marshmallow Berbasis Akar Marshmallow Dan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Daily Support Tenggorokan Sehat Selama Puasa Rizky Rahmi Darwita; Salsabila Rivieka; Sella Asharianti; Serli Marlina Sari; Serly Gustanti Putri Astari; Silvi Khairani; Siti Aisyah; Siti Aisyah Rahmadani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14614

Abstract

ABSTRAK Perubahan pola makan dan minum selama puasa sering menimbulkan keluhan tenggorokan kering, gatal, dan tidak nyaman akibat kurangnya asupan cairan dalam waktu lama. Tujuan penelitian untuk mengembangkan produk farmasi inovatif berupa soft chew berbasis herbal yang aman, praktis, menarik, dan menyenangkan saat dikonsumsi di semua kalangan usia dan menyediakan pilihan alternatif obat herbal modern. Upaya dalam meningkatkan kesehatan tenggorokan dapat kita lakukan melalui pendekatan preventif dengan menggunaan dua kombinasi herbal, yaitu akar marshmallow (althaea officinalis) dan jahe (zingiber officinale) yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan efek demulsan lalu diinovasikan dalam bentuk soft chew marshmallow. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi langsung di Panti Asuhan Ar-Rahim yang terletak di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Peserta diberikan penyuluhan, pembagian produk, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat marshmallow. Nilai pre-test menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan masih rendah (27,7–72,3%), sedangkan post-test meningkat menjadi 33,3–66,7%, yang tergolong cukup hingga baik. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan inovasi produk berbasis bahan alam mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi herbal dalam bentuk yang lebih menarik dan praktis. ABSTRACT Changes in eating and drinking patterns during fasting often lead to complaints of dry, itchy, and uncomfortable throats due to prolonged lack of fluid intake. The aim of this research is to develop an innovative pharmaceutical product in the form of a herbal-based soft chew that is safe, practical, attractive, and enjoyable to consume for all ages and provides an alternative choice for modern herbal medicines. Efforts to improve throat health can be carried out through a preventive approach by using two herbal combinations, namely marshmallow root (Althaea officinalis) and ginger (Zingiber officinale), which function as anti-inflammatory and demulsant effects, then innovated in the form of a marshmallow soft chew. The activity method was carried out through direct socialization at the Ar-Rahim Orphanage located in Tampan District, Pekanbaru, Riau. Participants were given counseling, product distribution, and knowledge evaluation through pre- and post-tests. The results showed a significant increase in the level of community knowledge about the benefits of marshmallow. The pre-test score showed that the average level of knowledge was still low (27.7–72.3%), while the post-test score increased to 33.3–66.7%, which is classified as sufficient to good. This activity proves that education and innovation of natural-based products can increase public awareness of herbal consumption in a more attractive and practical form.
Analisis Pengelolaan Persediaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai Berbasis Studi Kasus di Puskesmas Melur Adrian Samosir; Ridiani Maulia; Siti Aisyah; Tiara Restiana; Wan Nasywa Amanda; Yulia Darsih; Mira Febrina
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian berbasis kasus yang dilakukan di Puskesmas Melur berfokus pada pengelolaan stok obat dan BMHP. Silkus logistic obat di fasilitas tersebut meliputi beberapa tahapan, mulai dari penyusunan kebutuhan, pengajuan barang, pemeriksaan saat barang diterma, penataan stok, penyaluran ke unit pelayanan, pengembalian atau pemusnahan, pengendalian persediaan, pencatatan, hingga evluasi secara berkala. Berdasarkan hasil observasi, seluruh tahapan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pelayaran kefarmasian. Penerapan system FEFO dan FIFO, serta adanya penanganan khusus untuk obat-obatan tertentu, menunjukkan upaya puskesmas dalam menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat agar tetap terjamin. Namun, pada beberapa item masih ditemukan perbedaan antara jumlah obat fisik dengan jumlah yang tercatat pada kartu stok. Perbedaan tersebut terutama terjadi karena pencatatan yang terkadang terlewat setelah obat dipindahkan dari gudang ke apotek, serta pembaruan kartu stok yang dilakukan berdasarkan pergantian shift. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan melakukan pencatatan secara langsung setiap kali terjadi obat masuk maupun keluar, meningkatkan frekuensi pemeriksaan fisik terutama pada item fast moving, menggunakan formulir serah-terima saat pergantian petugas, serta melakukan peninjauan rutin terhadap hasil stock opname. Oleh karena itu, keteliltian dalam pencatatan dan pengawasan persediaan perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan obat dan BMHP dapat berjalan lebih tertib, efisien, tepat guna, dan dapat dipertanggungjawabkan.