Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK FANATISME PENGGEMAR K-POP TERHADAP PERILAKU BULLYING ANTAR ANGGOTA KELOMPOK Santoso Santoso; Aprillia Putri Arriva; Fadhilah Annisa Fitri; Khodijatul Amiroh; Yulia Catursari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14616

Abstract

ABSTRAK Fenomena fanatisme di kalangan penggemar K-Pop semakin meningkat seiring dengan berkembangnya penggunaan platform media sosial. Keterikatan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya cyberbullying di antara anggota fandom, melalui perseteruan antar penggemar, komentar kasar, penghinaan, serta penyebaran informasi negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh fanatisme terhadap tindakan cyberbullying di komunitas K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah penggemar K-Pop yang aktif berinteraksi di media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Data dikumpulkan melalui pengamatan aktivitas di media sosial, serta dokumentasi berupa tangkapan layar dari komentar dan percakapan yang berhubungan dengan perundungan siber. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat fanatisme yang tinggi membuat penggemar memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap idola mereka, sehingga kritik yang ditujukan kepada idola dilihat sebagai ancaman terhadap identitas komunitas. Hal ini kemudian memicu perilaku agresif yang berupa serangan verbal baik secara langsung maupun tidak langsung di media sosial. Cyberbullying yang terjadi membawa dampak buruk bagi korban, seperti stres, kecemasan, rasa rendah diri, serta terganggunya hubungan sosial dalam komunitas fandom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fanatisme yang tidak terkontrol dalam komunitas K-Pop dapat memicu perilaku cyberbullying dan menciptakan konflik sosial di ruang digital. Oleh karena itu, penting untuk mengambil kesadaran dan mengendalikan diri saat berinteraksi di media sosial agar hubungan antar penggemar tetap sehat dan harmonis. ABSTRACT The phenomenon of fanaticism among K-Pop fans is increasing with the growing use of social media platforms. Excessive attachment can lead to cyberbullying among fandom members, through fan feuds, abusive comments, insults, and the spread of negative information. The purpose of this study was to explore the influence of fanaticism on cyberbullying in the K-Pop community. This study used qualitative methods with a descriptive approach. The subjects were K-Pop fans who actively interact on social media platforms such as Twitter, Instagram, and TikTok. Data were collected through observations of social media activity, and documentation in the form of screenshots of comments and conversations related to cyberbullying. The findings indicate that high levels of fanaticism lead fans to develop strong emotional attachments to their idols, so that criticism directed at them is perceived as a threat to the community's identity. This then triggers aggressive behavior in the form of verbal attacks, both direct and indirect, on social media. Cyberbullying has negative impacts on victims, such as stress, anxiety, low self-esteem, and disruption of social relationships within the fandom community. This study concludes that uncontrolled fanaticism within the K-Pop community can trigger cyberbullying and create social conflict in the digital space. Therefore, it is important to exercise awareness and self-control when interacting on social media to maintain healthy and harmonious fan relationships.