Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan bracing terhadap respons dinamik Gedung Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) Politeknik Negeri Lhokseumawe yang memiliki konfigurasi denah berbentuk V. Bentuk denah tidak beraturan ini berpotensi menimbulkan konsentrasi gaya dan ketidakberaturan torsi saat terjadi gempa, sehingga diperlukan sistem pengaku lateral berupa bracing untuk meningkatkan kekakuan struktur. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS dengan metode Linear Time History Analysis berdasarkan SNI 1726:2019, menggunakan tiga rekaman gempa, yaitu El Centro, Kobe, dan Chi-Chi. Struktur dimodelkan dalam dua kondisi, yaitu gedung eksisting tanpa bracing dan gedung dengan penambahan bracing profil baja WF 200x150x6x9 mm. Parameter yang dianalisis meliputi periode struktur, partisipasi massa, base shear, displacement, dan simpangan antar lantai (story drift). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan bracing menurunkan periode getar fundamental dari 0,559 detik menjadi 0,481 detik, mengindikasikan peningkatan kekakuan lateral struktur. Partisipasi massa pada kedua model telah memenuhi persyaratan SNI 1726:2019, yaitu lebih dari 90%. Nilai base shear menurun pada gempa El Centro dan Kobe, namun meningkat pada gempa Chi-Chi akibat bertambahnya kekakuan struktur. Bracing juga menurunkan displacement dan simpangan antar lantai secara konsisten pada arah Y, sementara perubahan pada arah X relatif kecil; seluruh nilai simpangan antar lantai pada kedua model masih berada di bawah batas izin 90 mm sesuai SNI 1726:2019. Secara keseluruhan, penggunaan bracing terbukti mampu meningkatkan kekakuan dan memperbaiki kinerja struktur dalam menahan beban gempa pada gedung berbentuk V, sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi perencana struktur pada bangunan dengan konfigurasi denah tidak beraturan di wilayah rawan gempa seperti Aceh.