Yovi Chandra
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Variasi Beban terhadap Penurunan Pondasi Tiang Pancang (Studi Kasus: Jembatan Aek Pardamean Baru Kabupaten Mandailing Natal) Muhammad Yasir Zuhdi Hasibuan; Emi Maulani; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i1.25262

Abstract

Pondasi memiliki peranan sangat penting dalam suatu konstruksi karena berfungsi untuk meneruskan beban stuktur diatasnya ke lapisan tanah dibawahnya, penurunan yang berlebihan atau melebihi penurunan yang diijinkan dapat menyebabkan kerusakan struktur pada bangunan [4], maka dilakukan pengujian pembebanan tiang dan berdasarkan SNI 8460:2017 besar beban percobaan pada pelaksanaan uji pembebanan tiang adalah 200 % dikalikan daya dukung rencana atau beban rencana dengan batas penurunan menurut AASHTO LRFD:2007 yaitu sekitar 25 - 50 mm untuk penurunan total yang diizinkan untuk jembatan. Penelitian ini untuk mengetahui penurunan yang terjadi pada pondasi tiang pancang Jembatan Aek Pardamean Baru berdasarkan data N-SPT dan parameter tanah apabila dilakukan penambahan variasi beban dalam jangka waktu 50 tahun. Metode yang digunakan metode numerik dengan Plaxis 2D untuk penurunan tiang tunggal dan metode Poulos untuk tiang kelompok serta beban di variasikan sebesar 1,5P, 2P, dan 2,5P dari beban rencana. Berdasarkan hasil analisa penurunan tiang pancang tunggal terjadi penurunan berlebihan  pada penurunan langsung tiang pancang tunggal dengan penambahan variasi beban dan tidak terjadi penurunan berlebihan pada penurunan berdasarkan beban rencana dengan rata-rata selisih 150 % terhadap penurunan izin, sedangkan pada penurunan langsung tiang pancang kelompok terjadi penurunan berlebihan pada penambahan variasi 2P dan 2,5P. Adapun pada penurunan konsolidasi tiang pancang tunggal dan kelompok selama 50 tahun terjadi penurunan berlebihan atau melewati batas penurunan yang diizinkan dengan rata-rata selisih 102 % terhadap penurunan izin.
Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal di Jembatan Aek Pardamean Baru Bagas Irham Azzahri; Abdul Jalil; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i1.25264

Abstract

Pondasi tiang pancang adalah salah satu elemen struktural bangunan, terutama daya dukung tinggi pada permukaan bawah tanah terdalam seperti jembatan. Oleh karena itu, perlu merencanakan pondasi untuk menjaga stabilitas bangunan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan daya dukung dan defleksi tiang pancang tunggal menggunakan perangkat lunak pemodelan perangkat lunak Meyerhof, Vesic, dan Plaxis Pemodelan tumpukan Skin Friction mengadopsi metode λ dan α. Defleksi kepala tiang menggunakan metode Broms. Daya dukung akhir dan Skin Friction satu kutub diperoleh 183,86 ton, sehingga pemodelan perangkat lunak Plaxis ditemukan 351,8 ton. Hasil daya dukung antara Plaxis dan analisis kembali adalah perbedaan, karena perbedaan mengasumsikan parameter yang dihitung dan data proses. Defleksi kepala tiang ditemukan sebagai gerakan 10,39 cm ke arah lateral.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Lantai Mezzanin Akibat Beban Gempa Menggunakan Metode Time History Analysis (Studi Kasus: Gedung Dinkes Kota Jakarta) Ruben Sri Bintang Virnanda Sianipar; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra; Maizuar Maizuar; Syarifah Asria Nanda
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i2.25305

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan mezzanin terhadap respons dinamis gedung menggunakan metode analisis modal dan analisis time history, dengan parameter pusat massa (COM), pusat kekakuan (COS), frekuensi alami, partisipasi massa modal, displacement, drift antar lantai, dan Base shear. Hasil menunjukkan bahwa mezzanin menggeser posisi COM dan COS sehingga meningkatkan eksentrisitas dan potensi torsi, menurunkan frekuensi alami dari 0,782 Hz (periode 1,279 detik) menjadi 0,756 Hz (periode 1,323 detik), serta mempercepat pencapaian partisipasi massa modal 90% dari mode ke-8 menjadi mode ke-6. Analisis time history memperlihatkan peningkatan simpangan pada arah Y, di mana displacement maksimum pada gempa Alaska mencapai 208,602 mm, melampaui batas Δijin SNI 1726:2019 sebesar 84 mm. Meskipun drift antar lantai masih di bawah batas Immediate Occupancy (≤ 1% ATC-40), nilainya lebih tinggi pada beberapa lantai utama. Base shear puncak tertinggi tercatat pada gempa Alaska, yakni 18.689,21 kN di arah X dan 66.632,8 kN di arah Y. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan mezzanin berpengaruh signifikan terhadap distribusi massa, kekakuan, dan kinerja seismik bangunan.
Studi Potensi Likuifaksi Berbasis Kecepatan Gelombang Geser (Vs) Di Kota Lhokseumawe Ferdy Rahmanda; Abdul Jalil; Nanda Savira Ersa; Yulius Rief Alkhaly; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i1.26430

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kegempaan tinggi yang rentan terhadap bahaya likuifaksi, khususnya pada tanah jenuh air. Likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan geser tanah akibat peningkatan tekanan air pori selama guncangan gempa. Kota Lhokseumawe termasuk wilayah dengan aktivitas seismik signifikan sehingga diperlukan analisis potensi likuifaksi untuk mendukung mitigasi bencana dan perencanaan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi likuifaksi berbasis kecepatan gelombang geser (Vs) yang diperoleh dari data Cone Penetration Test (CPT) menggunakan metode Kayen dkk. (2013), serta menentukan tingkat kerentanan tanah melalui Liquefaction Potential Index (LPI) berdasarkan metode Iwasaki dkk. (1981). Analisis meliputi perhitungan CSR, CRR, FSliq, LPI, dan pemetaan zonasi menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil menunjukkan 13 titik berpotensi sangat tinggi, 7 titik potensi sedang hingga tinggi, 2 titik potensi sedang, dan 4 titik tidak berpotensi likuifaksi. Peta zonasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan mitigasi risiko gempa di Kota Lhokseumawe.
Analisis Perbandingan Koefisien Dan Biaya Upah Tenaga Kerja Berdasarkan SNI 2023 Dengan Kondisi Aktual Di Lapangan (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Di Kota Lhokseumawe) Windriani Windriani; M Fauzan; Yovi Chandra; Burhanuddin Burhanuddin; Nura Usrina
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27527

Abstract

Standar Nasional Indonesia (SNI) 2023 telah menetapkan koefisien tenaga kerja sebagai acuan penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), namun penerapannya sering menunjukkan perbedaan dengan kondisi aktual akibat faktor lokal yang belum terakomodasi dalam standar nasional. Penelitian ini bertujuan membandingkan koefisien tenaga kerja dan biaya upah per satuan pekerjaan antara SNI 2023 dengan kondisi lapangan, serta mengidentifikasi faktor penyebab perbedaannya pada proyek pembangunan gedung di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara dengan mandor serta kontraktor, didukung analisis statistik deskriptif. Data dikumpulkan dari tiga proyek: Kampus STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe, Grand Asia Residence, dan Gedung GKU C Universitas Malikussaleh. Tiga jenis pekerjaan yang dianalisis adalah pemasangan lantai granit 60×60 cm, lantai keramik 40×40 cm, dan pasangan dinding bata merah tebal ½ batu. Hasil penelitian menunjukkan dua pola konsisten: koefisien Pekerja dan Tukang di lapangan lebih rendah dari SNI 2023 (lantai granit 68,9% lebih rendah, lantai keramik 27,4%, dinding bata merah 61,7%), sedangkan koefisien Kepala Tukang dan Mandor 4–25 kali lebih tinggi akibat sistem pengawasan lebih intensif. Dari sisi biaya upah, lantai granit 27,87% lebih rendah dari SNI (Rp31.991 vs Rp44.350/m²), lantai keramik 19,19% lebih tinggi (Rp39.222 vs Rp32.907/m²), dan dinding bata merah relatif setara dengan selisih 2,70% (Rp33.589 vs Rp32.707/m²). Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian koefisien tenaga kerja lokal guna meningkatkan akurasi estimasi biaya proyek konstruksi di Kota Lhokseumawe.
Analisis Modifikasi Struktur Gedung RKU A Universitas Malikussaleh Terhadap Penambahan Lantai Salsabila Elvira; Wesli Wesli; Syarifah Asria Nanda; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27893

Abstract

Gedung yang mengalami penambahan jumlah lantai merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ruang pada lahan yang terbatas. Namun, peningkatan jumlah lantai menyebabkan bertambahnya beban struktur yang dapat mengakibatkan elemen struktur tidak lagi memenuhi kapasitas yang disyaratkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kapasitas struktur akibat penambahan lantai serta menentukan kebutuhan perkuatan agar bangunan tetap aman. Metode penelitian dilakukan dengan pemodelan dan analisis struktur eksisting dua lantai serta struktur modifikasi tiga lantai menggunakan SAP2000, kemudian dilakukan perencanaan perkuatan menggunakan. Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur eksisting masih aman, namun penambahan satu lantai menyebabkan balok BL3 pada frame object 7 dan 11 elevasi +4,20 m mengalami kondisi kritis pada kapasitas geser dengan nilai Vu sebesar 186,1 kN mendekati Vn sebesar 197,8 kN. Perkuatan CFRP sebanyak dua lapis mampu meningkatkan kapasitas struktur menjadi ϕMn sebesar 811,6 kNm dan ϕVn sebesar 327,3 kN, sehingga balok kembali memenuhi persyaratan kekuatan dan berada dalam kondisi aman. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CFRP efektif meningkatkan kapasitas struktur sehingga balok kembali memenuhi persyaratan kekuatan dan bangunan tetap berada dalam kondisi aman setelah penambahan lantai.
Studi Komparasi Perilaku Struktur Gedung Menggunakan Sistem Bracing Konsentrik dan Eksentrik Terhadap Gaya Gempa (Studi Kasus: Gedung GKU C Universitas Malikussaleh) Salwa Saidatul Emilia; Maizuar Maizuar; Yovi Chandra; Abdul Jalil; Emi Maulani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27915

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur bangunan yang tahan gempa guna meminimalkan kerusakan yang mungkin terjadi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja struktur terhadap beban gempa adalah dengan penggunaan bracing sebagai elemen pengaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem bracing eksentrik serta membandingkan efektivitas antara bracing konsentrik dan bracing eksentrik dalam menahan gaya gempa. Analisis dilakukan pada bangunan GKU-C Universitas Malikussaleh dengan menggunakan software ETABS melalui metode analisis respon spektrum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem bracing mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas struktur. Bracing konsentrik mampu mengurangi simpangan antar lantai sebesar 43,92% dan meningkatkan stabilitas struktur hingga 76,19%, sedangkan bracing eksentrik menurunkan simpangan antar lantai sebesar 39,58% dengan peningkatan stabilitas sebesar 63,72%. Dengan demikian, penggunaan sistem bracing terbukti efektif dalam memperkuat struktur bangunan.
Pengaruh Aluminium Powder, Superplasticizer dan Fly Ash Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Ringan Erna Juliani; Wesli Wesli; David Sarana; Yovi Chandra; Sofyan Sofyan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.27984

Abstract

Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis kurang dari 1800 kg/m3. Beton ringan diperoleh melalui pembentukan struktur pori di dalam beton sehingga dapat mengurangi berat jenis beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variasi aluminium powder dan fly ash terhadap kuat tekan, kuat lentur, dan pembentukan pori yang mempengaruhi berat volume beton ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Beton ringan dibuat dengan variasi aluminium powder 0,25% ; 0,5% ; dan 0,75% serta kombinasi aluminium powder 0,25% dengan variasi fly ash 10%, 15% dan 20% dari berat semen. Pengujian dilakukan saat beton berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar aluminium powder cenderung menurunkan kuat tekan beton ringan akibat terbentuknya rongga udara di dalam beton. Namun pada kombinasi aluminium powder dan fly ash terjadi peningkatan kuat tekan dibandingkan beton ringan tanpa fly ash. Kuat tekan optimal beton ringan diperoleh dari variasi aluminium powder dan fly ash 20% sebesar 9,7 MPa, sedangkan kuat lentur yang dihasilkan sebesar 2 MPa. Selain itu, nilai berat volume beton ringan pada variasi optimal sebesar 1647,47 kg/m3, sehingga termasuk dalam kategori beton ringan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar aluminium powder dapat menurunkan kuat tekan beton sekaligus menurunkan berat volumenya, sedangkan kombinasi aluminium powder dan fly ash memberikan pengaruh positif dengan meningkatkan kuat tekan beton ringan.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Pondasi Dangkal Terhadap Pembebanan Statik dan Dinamik Menggunakan Metode Elemen Hingga Studi Kasus: Rumah Sakit Datu Beru Kota Takengon, Kab. Aceh Tengah Naufal Arkan; Abdul Jalil; T. Mudi Hafli; Sofyan Sofyan; Yovi Chandra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.28306

Abstract

Gedung Bedah Pria RSUD Datu Beru Aceh Tengah merupakan fasilitas kesehatan yang memerlukan sistem fondasi yang aman dan andal. Ditemukannya indikasi penurunan lantai pada beberapa ruangan mendorong dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi daya dukung fondasi, penurunan tanah, dan respons tanah terhadap pembebanan statik maupun dinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung fondasi telapak, penurunan tanah, serta respons tanah di dasar fondasi menggunakan metode analitis dan Finite Element Method (FEM). Analisis statik dilakukan dengan metode Terzaghi dan Meyerhof, sedangkan analisis dinamik menggunakan metode Richards dan pemodelan PLAXIS 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung fondasi telapak berdasarkan metode Terzaghi dan Meyerhof masih memenuhi persyaratan keamanan. Penurunan total hasil analisis sebesar 7,55 mm, sedangkan hasil pemodelan FEM menunjukkan penurunan sebesar 1,889 mm pada kondisi statik dan 1,906 mm pada analisis konsolidasi. Analisis dinamik menunjukkan respons tanah berupa rotasi yang menyebabkan uplift di sekitar fondasi serta deformasi akibat pembebanan gempa. Secara keseluruhan, tegangan kerja masih lebih kecil daripada daya dukung izin dan penurunan yang terjadi masih berada di bawah batas penurunan yang diizinkan, sehingga fondasi telapak dinyatakan masih aman dalam mendukung beban statik dan tetap menunjukkan perubahan respons tanah akibat pembebanan dinamik.