Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Regulasi Emosional pada Remaja Kelas VII SMPN 19 Palu: Penelitian Misna A. Renggo; Ismunandar Wahyu Kindang; Elin Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7859

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dukungan sosial teman sebaya dalam perkembangan psikologis remaja, khususnya dalam membantu individu menghadapi berbagai tuntutan dan mengelola kondisi emosional. Hubungan dengan teman sebaya yang positif dapat memberikan rasa diterima, perhatian, serta bantuan yang dapat mendukung remaja dalam menyesuaikan diri dan mengelola emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara dukungan sosial teman sebaya dengan regulasi emosional pada siswa kelas VII SMPN 19. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini, Populasi terdiri atas 107 siswa kelas VII, sedangkan 52 responden dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya paling banyak berada pada kategori sedang, yaitu 25 responden (48,1%), sedangkan regulasi emosional juga didominasi oleh kategori sedang dengan 29 responden (55,8%). Hasil analisis korelasi Gamma memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,405 dan p-value sebesar 0,047. Karena p-value yang diperoleh berada di bawah 0,05, analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan sosial teman sebaya dan regulasi emosional pada siswa kelas VII SMPN 19. Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan sedang, sehingga peningkatan dukungan sosial teman sebaya cenderung berkaitan dengan regulasi emosional yang lebih baik.