Latar Belakang: : Kemampuan anak dalam mengelola emosi dan berhubungan dengan orang lain perlu diperhatikan sejak usia dini. Kemampuan tersebut termasuk dalam perkembangan sosial emosional yang membantu anak berinteraksi, mengendalikan perasaan, serta menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya. Dalam proses perkembangannya, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku dan kemampuan sosial emosional anak. Hasil pengamatan di TK Negeri Pembina Melati Tondo menunjukkan bahwa masih ada anak yang mengalami masalah dalam berinteraksi dengan teman, sulit mengendalikan emosi, dan memperlihatkan perilaku agresif. Keadaan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini di TK Negeri Pembina Melati Tondo. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 47 responden dijadikan sebagai sampel penelitian dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner PSDQ serta lembar observasi untuk menilai perkembangan sosial emosional anak. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 28 responden (59,6%), sedangkan perkembangan sosial emosional anak mayoritas berada pada kategori mulai berkembang sebanyak 39 responden (83%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,01 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosional pada anak usia dini di TK Negeri Pembina Melati Tondo. Saran: Orang tua diharapkan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak agar perkembangan sosial emosional anak dapat berkembang secara optimal.