Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Orientasi Realita Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di RSUD Madani M.syahril; Yulta Kadang; Agnes Erlita Distriani Patade
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.52

Abstract

Halusinasi merupakan ketidakmampuan seseorang yang membuat menjadi sulit untuk membedakan keadaan nyata dan tidak nyata secara akurat. Halusinasi pendengaran adalah gangguan stimulus dimanah seseorang mendengar suara berbicara, mengejek, tertawa, mengancam bahkan menyuruh untuk melakukan sesuatu yang berbahaya seperti bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian merupakan rancangan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 orang dengan tahnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa bivariat terdapat kedua variabel dengan Uji-t berpasangan (t dependen) didapatkan hasil nilai p=0,001 <alpha (0,005). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Terapi aktivitas kelompok orientasi realita memberikan hasil yang lebih besar terhadap perubahan pasien, meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif
Hubungan Tingkat Partisipasi Ibu Mengikuti Posyandu Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah Yesrilani Mangompa; Agnes Erlita Distriani Patade; Vidya Urbaningrum
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.91

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan dalam menurunkan masalah status gizi balita adalah meningkatkan partisipasi ibu dalam kunjungan ke posyandu. Studi pendahuluan mengatakan bahwa ibu yang tidak aktif ke posyandu tidak dapat mendeteksi dini bila terjadi gangguan gizi, ibu pun mengalami kekurangan informasi dalam menunjang kesehatan status gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita dan terdaftar sebagai peserta posyandu di Posyandu Bogenvil Puskesmas Tinggede Kec. Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah yang berjumlah 73 ibu, teknik dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah 42 ibu. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulannya adalah ada hubungan antara tingkat partisipasi ibu ke posyandu dengan status gizi balita di posyandu bogenvil puskesmas tinggede kec. Marawola kab. Sigi sulawesi tengah. Saran bagi masyarakat secara khusus ibu yang memiliki balita untuk memberikan perhatian penuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di masa golden age dengan membawa balita ke posyandu agar status gizinya dapat terpantau dengan baik.
Model Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil sebagai Solusi Inovatif Pencegahan Stunting bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Kota Palu Sisilia Rammang; Agnes Erlita Distriani Patade
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50590

Abstract

Anemia in pregnant women is a critical health issue in Palu City and represents a major risk factor for childhood stunting. This study aims to develop an early detection model for anemia in pregnant women as an innovative effort to prevent stunting for healthcare providers. Methods: This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 100 healthcare providers from three Community Health Centers (Puskesmas) in Palu City. Data were collected using questionnaires and analyzed with Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Results: The model was able to explain 50.7% of the variation in the Early Detection of Anemia variable (Y). The main findings indicate that Feedback and Role (M2) of healthcare providers had the strongest and most significant positive influence on Early Detection of Anemia (Y), with a path coefficient of 0.963 (p<0.05). Demographic factors (X1) and Workload (X2) were found to significantly influence the mediating variables, but did not directly and positively affect Y. The direct effect of Workload on Y was not significant, while Demographic factors had a negative effect on anemia detection (Y). Conclusion: The active role of healthcare providers is the most essential predictor of success in early detection of anemia, serving as a key mediator. Therefore, the most effective interventions should focus on strengthening and empowering the active role of healthcare providers as the frontline of care delivery.
Model Pencegahan Ulkus Diabetikum Berbasis Six Sigma sebagai Solusi Inovatif dalam Meningkatkan Efisiensi Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Undata Agnes Erlita Distriani Patade; Elin Hidayat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50591

Abstract

Diabetic foot ulcer is a serious complication in patients with diabetes mellitus that leads to disability, amputation, and even death, as well as increasing the burden of healthcare costs. At Undata General Hospital, Palu, cases of diabetic foot ulcers have risen significantly, in line with low standards of prevention and care efficiency. This study aimed to develop a Six Sigma-based prevention model for diabetic foot ulcers as an innovative strategy to improve care efficiency. Methods: This research employed an explanatory survey design with a cross-sectional approach. A total sample of 93 inpatient nurses was selected using Slovin’s formula from a population of 122. The research instrument consisted of a structured questionnaire covering individual, organizational, and managerial factors, the implementation of Six Sigma-based prevention, and care efficiency. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Results: Managerial factors significantly influenced Six Sigma-based diabetic foot ulcer prevention (p=0.010) and care efficiency (p=0.011). Individual and organizational factors did not show significant effects on either variable. The implementation of Six Sigma-based prevention was found to have the strongest influence on care efficiency (p=0.000; β=0.568). The R² values indicated that 21.1% of the variability in prevention was explained by individual, organizational, and managerial factors, while 46.9% of care efficiency was explained by Six Sigma implementation.Conclusion: Care efficiency for diabetic patients is more strongly determined by management systems and the implementation of the Six Sigma model rather than individual or organizational factors. The final model highlights that strengthening managerial factors is key to the successful implementation of Six Sigma in reducing diabetic foot ulcer incidence and improving care efficiency.
PROGRAM PEMANTAUAN GULA DARAH BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGELOLAAN DIABETES DI KELURAHAN SIRANINDI KOTA PALU Elin Hidayat; Sri Marnianti Irnawan; Sahriana Sahriana; Mikaela Delpin Fristalia; Zulkarnain Zulkarnain; Agnes Erlita Distriani Patade; Sisilia Ramang; Ilne Ai Purana Adel
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44287

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Di Kelurahan Siranindi, Kota Palu, tingkat kepatuhan penderita diabetes dalam pengelolaan penyakitnya masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengelolaan diabetes. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas program pemantauan gula darah berbasis komunitas dalam meningkatkan kepatuhan pengelolaan diabetes di Kelurahan Siranindi, Kota Palu.Metode: Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan dan penyuluhan kepada kader kesehatan setempat mengenai pentingnya pemantauan gula darah dan pengelolaan diabetes yang baik. Program ini melibatkan 50 penderita diabetes. Kader kesehatan dilatih untuk memantau gula darah dan memberikan edukasi kepada peserta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner mengenai kepatuhan pengelolaan diabetes sebelum dan setelah program. Evaluasi dilakukan dengan analisis deskriptif untuk menilai perubahan tingkat kepatuhan.Hasil: Setelah program dilaksanakan, terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan peserta terhadap pengelolaan diabetes, baik dalam hal pemantauan gula darah, pengaturan pola makan, maupun penggunaan obat-obatan. Keterlibatan komunitas melalui kader kesehatan juga terbukti meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengelolaan diabetes.Kesimpulan: Program pemantauan gula darah berbasis komunitas dapat meningkatkan kepatuhan pengelolaan diabetes di Kelurahan Siranindi, Kota Palu. Program ini efektif sebagai model intervensi berbasis komunitas untuk mendukung pengelolaan diabetes secara berkelanjutan.
KEEFEKTIFAN PROGRAM PERILAKU CERDIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE Rianti Rianti; Elifa Ihda Rahmayanti; Agnes Erlita Distriani Patade
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CERDIK is a routine health check, free from cigarette smoke, routine exercise, balanced diet, adequate rest and stress management. Hypertension occurs when a person has a systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg on examination. Diastolic blood pressure is the main measurement in the diagnosis of hypertension. This research uses a quantitative study. Descriptive correlation by using a cross-sectional approach.  Total of population was 50 people who have participated in the CERDIK program Individual. And by using conceptive sampling technique, 25 respondents were selected as the research sample. Based on the results of the spearman rank test with a correlation coefficient value = 0.555, it shows that the correlation between the two variables has a negative direction, it means that when the CERDIK behavior program is high, the degree of hypertension tends to low, so the strength is considered moderate, because the value is not reach to -1. strength is considered moderate, because the value is not too close to -1. The p-value of this study was 0.004, therefore the p-value was <0.05, so statistically there is an effectiveness of the CERDIK behavior program toward the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area.The higher the CERDIK behavior, it is the better/low the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area. the incidence of hypertension in the Talise Health Center working area For health workers should motivate and promote patients to follow the CERDIK behavior program in controlling/lowering hypertension.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI STUDI PRE-EXPERIMENTAL Yenni Anwar; Agnes Erlita Distriani Patade; Widyawati L. Situmorang
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension that characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, and it is often referred to as “the silent killer” because the symptoms are often not realized until complications occur. In hypertension treatment could be done by non- pharmacological therapies such as lifestyle modification, as well as complementary therapies such as hydrotherapy and physical exercise. One effective hydrotherapy method is warm water foot bath therapy, which the feet socked for 20 minutes in water at 39-40°C. The general purpose of this study was to analyze the impact of warm water foot bath therapy on reducng blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center. This is quantitative research with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The total of population in this study were 186 hypertensive patients at Kawatuna PHC, and total of sample was 15 respondents that taken by using Purposive Sampling technique. The results of the study of 15 respondents showed that there is impact before and after administering of warm water foot soak therapy on reducing blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center with the Wilcoxon Test value p-value= 0.000 (p = ≤0.05). There is an Impact of Warm Water Foot Soaked Therapy on Reducing Blood Pressure Toward Hypertensive Patients at Kawatuna Public Health Center.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Abses Mandibula di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Penelitian Ni Wayan Margani; Agnes Erlita Distriani Patade; Afrina Januarista
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5493

Abstract

Abses mandibula merupakan penumpukan nanah yang terbentuk di ruang-ruang dalam leher akibat penyebaran infeksi. Sumber infeksi ini umumnya berasal dari gigi, saluran pernapasan atas, atau telinga tengah. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian Abses Mandibula pada pasien di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi dan pendekatan studi kasus untuk memahami karakteristik, kondisi, serta hubungan antarvariabel secara mendalam. Populasi terdiri dari 47 pasien abses mandibula yang dirawat di RSUD Undata pada Januari–September 2025, dan seluruhnya dijadikan sampel. Hasil penelitian dari 47 responden menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian abses mandibula pada pasien RSUD Undata, Sulawesi Tengah, dengan p value 0,000 pada uji chi-square. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian abses mandibula pada pasien di RSUD Undata provinsi Sulawesi Tengah.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Dm di Rsud Mokopido Kabupaten Tolitoli: Penelitian Suardi; Agnes Erlita Distriani Patade; Maharani Dhifa Dg Masikki
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5594

Abstract

Kepatuhan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus (DM) berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mempertahankan kualitas hidup. Tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan pasien serta dukungan keluarga dalam pemantauan terapi. Studi pendahuluan di RSUD Mokopido menunjukkan masih adanya keluarga yang belum optimal mendampingi pasien saat kontrol, tidak mengetahui jadwal kontrol ulang, dan kurang memahami waktu habisnya obat sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien DM di RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 67 responden dipilih menggunakan purposive sampling dari pasien DM yang berkunjung pada 30 Agustus–30 September 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi (p = 0,0038 < 0,05) serta antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi (p = 0,000 < 0,05). Responden dengan pengetahuan baik dan dukungan keluarga kuat menunjukkan kepatuhan lebih tinggi. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien DM di RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Game Online Pada Remaja di SMP N 7 Palu: Penelitian Elvira Jayani; Agnes Erlita Distriani Patade; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5623

Abstract

Kecanduan game online di kalangan remaja semakin meningkat dan berdampak pada aspek akademik, sosial, maupun psikologis. Pola asuh orang tua yang tidak konsisten membuat remaja lebih rentan bermain game secara berlebihan tanpa pengawasan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya terdiri dari 359 siswa kelas VII dan VIII, sedangkan sampel sebanyak 79 responden diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Chi-Square Fort Treent untuk menguji hubungan antarvariabel. Sebagian besar remaja memiliki pola asuh orang tua permisif dan demokratis (masing-masing 49,4%), sedangkan pola asuh otoriter hanya 1,3%. Tingkat kecanduan game online mayoritas berada pada kategori sedang (50,6%) dan tinggi (44,3%). Hasil uji Chi-Square Fort Treent (p = 0,000) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja. Terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu.