Gevan Naufal Wala
Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebijakan Ruang Terbuka Hijau di Indonesia (Kasus: Telaah PerMen ATR/Kepala BPN No. 14 Tahun 2022) Fitri Adifa; Gevan Naufal Wala
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 1 No. 4 (2023): (JGSP) Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November 2023 - Januari 2024)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v1i4.130

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah bagian dari ruang terbuka disuatu wilayah perkotaan berupa area dalam satu luasan tertentu yang berisi tumbuhan hijau yang tumbuh secara alamiah atau sengaja untuk mendukung pemanfaatan ekologis, sosial budaya, arsitektur, kenyamanan, dan keindahan bagi kota tersebut. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau menyatakan bahwa untuk perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau yang luas minimal 30% dari luas wilayah kota tersebut. Dijelaskan juga bahwa luas RTH dialokasikan 10% untuk RTH privat dan 20% untuk RTH publik. Namun faktanya, banyak perkotaan yang masih memiliki RTH yang kurang dari 30%. Maka artikel ini mencoba untuk menganalisis PerMen ATR/Kepala BPN No.14 tahun 2022 dengan menyesuaikan kebijakan saat ini dan masalahnya dan dianalisis menggunakan ROCCIPI dan IDS. Hasil dalam penelitian ini bahwa PerMen ATR/Kepala BPN No.14 tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau dalam implementasinya masih kurang yang dapat dilihat dari masih kurangnya RTH di beberapa daerah di Indonesia akibat konversi lahan yang terus terjadi. Sehingga diperlukan evaluasi mengenai aturan ini. Pemerintah harus lebih tegas dalam mengimplementasikan kebijakannya, melakukan sosialisasi terhadap produk hukum yang dihasilkan agar masyarakat dan pengusaha dapat memahami produk hukum tersebut sehingga dapat berpartisipasi dalam pelaksanaanya.
Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan (PPLB) pada Kawasan Strategis Nasional Kemingking Fitri Adifa; Gevan Naufal Wala
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 1 No. 3 (2023): (JGSP) Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2023)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v1i3.131

Abstract

Penggunaan lahan berkelanjutan sangat penting dimasa sekarang ini karena pertumbuhan penduduk yang terus bertambah membuat permintaan lahan juga terus meningkat yang berdampak pada semakin pesatnya perkembangan infrastruktur. Sehingga, diperlukan Perencanaan Penggunaan Lahan Berkelanjutan (PPLB) agar sumber daya yang terbatas dapat dimanfaatkan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan mempertahankan aspek lingkungan dan aspek lainnya seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pemerintahan. Dalam PPLB, data spasial menjadi dasar untuk memberikan informasi mengenai landscape yang diperlukan untuk mengambil keputusan dalam PPLB. Namun, keterbatasan membuat keputusan yang diambil tidak sesuai dengan PPLB. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan pada kawasan strategis nasional kemingking. Berdasarkan hasil yang didapat, pengolahan data spasial sangat dibutuhkan dalam PPLB karena merupakan dasar untuk menentukan penggunaan lahannya. Dimulai dari pemetaan dan analisis data spasial untuk mendapatkan data sebagai dasar dalam pembuatan model dan simulasi penggunaan lahan. Selanjutnya melakukan evaluasi dampak dari penggunaan lahan dimana dari evaluasi dampak tersebut didapat keputusan yang dapat diambil dalam perencanaan penggunaan lahan yang selanjutnya dapat diimplementasikan. Setelah penggunaan lahan berkelanjutan diimplementasikan dapat dilakukan pemantauan dan evaluasi penggunaan lahan untuk melihat apakah PPLB tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Ketidaksesuaian kebijakan dengan PPLB yang diterapkan dapat dilihat pada proyek strategis nasional kemingking dimana kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan karakteristik lahan yang ada.
Mitigasi Risiko Bisnis melalui Pendekatan Hukum dan Teknik Industri: Strategi Komprehensif di Era Digital Gevan Naufal Wala
Dinasti Information and Technology Vol. 2 No. 4 (2025): Dinasti Information and Technology (April 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dit.v2i4.1788

Abstract

Artikel ini menganalisis sinergi antara pendekatan hukum dan teknik industri dalam manajemen risiko bisnis di era digital. Transformasi digital telah menciptakan kompleksitas risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya, meliputi keamanan siber, kepatuhan regulasi, rantai pasok digital, dan reputasi perusahaan. Pendekatan hukum menawarkan kerangka normatif untuk kepatuhan regulasi, perlindungan aset digital dan data, serta instrumen kontraktual untuk alokasi risiko. Sementara itu, teknik industri menyumbangkan metodologi analitis untuk identifikasi risiko operasional, metode kuantitatif untuk penilaian risiko, prinsip lean management untuk eliminasi waste, dan integrasi teknologi dalam sistem manajemen risiko. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terpadu dapat menurunkan biaya insiden hingga 43%, meningkatkan efisiensi proses kepatuhan sebesar 27%, dan mempercepat time-to-market sebesar 31%. Tantangan implementasi meliputi kesenjangan pemahaman antardisiplin, konflik prioritas, kendala sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Artikel ini mengusulkan strategi implementasi melalui pengembangan tim interdisipliner, protokol komunikasi efektif, pendekatan bertahap, dan pengembangan kompetensi organisasi. Visi jangka panjang adalah transformasi manajemen risiko dari model reaktif dan terfragmentasi menuju pendekatan terintegrasi, proaktif, dan berorientasi nilai, yang memungkinkan organisasi tidak hanya menghindari dampak negatif tetapi juga memanfaatkan peluang dalam ketidakpastian.
Optimasi Parameter Proses Fabrikasi Komponen Mekanis Menggunakan Metode Taguchi Terintegrasi dengan Algoritma Particle Swarm Optimization Gevan Naufal Wala
Dinasti Information and Technology Vol. 2 No. 4 (2025): Dinasti Information and Technology (April 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dit.v2i4.1789

Abstract

Penelitian ini menyajikan pendekatan baru dalam optimasi parameter proses fabrikasi komponen mekanis dengan mengintegrasikan metode Taguchi dan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Proses fabrikasi komponen mekanis seringkali melibatkan banyak parameter yang saling mempengaruhi dan sulit untuk dioptimalkan secara simultan. Metode Taguchi telah terbukti efektif dalam mengurangi variasi proses dan meningkatkan kualitas produk, namun memiliki keterbatasan dalam mencari solusi optimal global. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini mengusulkan integrasi metode Taguchi dengan algoritma PSO yang mampu melakukan pencarian solusi optimal secara efisien dalam ruang pencarian multi-dimensi. Eksperimen dilakukan pada proses pemesinan komponen mekanis dengan parameter yang dioptimalkan meliputi kecepatan potong, kecepatan makan, kedalaman potong, dan jenis pendingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi Taguchi-PSO mampu menghasilkan kombinasi parameter optimal yang meningkatkan kualitas permukaan sebesar 28,7% dan mengurangi waktu pemesinan sebesar 18,3% dibandingkan dengan metode konvensional. Model hibrid yang diusulkan juga menunjukkan konvergensi yang lebih cepat dan solusi yang lebih robust terhadap gangguan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi optimasi parameter untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses fabrikasi komponen mekanis.