Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Improving Students' Social Skills through Collaborative-Based Physical Education Learning Fitri Adifa; Khairul Amri
Siber International Journal of Sport Education Vol. 2 No. 2 (2024): (SIJSE) Siber International Journal of Sport Education (October - December 2024
Publisher : Siber Nusantara Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of collaborative-based physical education in enhancing students’ social skills. Using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, this research involved two classes of junior high school students, one as the experimental group and the other as the control group. The experimental group was exposed to collaborative learning strategies during physical education, while the control group followed conventional methods. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews. The findings indicate a significant improvement in the experimental group’s social skills, including cooperation, communication, empathy, conflict resolution, and social responsibility. The average posttest score of the experimental group was notably higher than that of the control group. Qualitative data also supported these results, showing increased student engagement and positive peer interactions. Collaborative-based learning in physical education proves to be a powerful approach not only for improving physical competence but also for fostering essential social values. This method is recommended as an alternative strategy to create a more inclusive and socially engaging learning environment.
Pengaruh Konsentrasi Substrat Bekatul dan Suhu Inkubasi terhadap Aktivitas Selulase Bacillus sp Khairul Amri; Fitri Adifa
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Agustus - Oktober 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v2i3.218

Abstract

Bekatul merupakan hasil samping penggilingan padi yang seringkali hanya diangga limbah. Padahal di dalamnya terdapat kandungan yang dapat dimanfaatkan seperti selulosa. Hidrolisis selulosa oleh enzim selulase akan menghasilkan senyawa glukosa. Enzim selulase dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya bakteri Bacillus sp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi substrat bekatul dan suhu inkubasi terhadap aktivitas enzim selulase Bacillus sp. Uji aktivitas enzim selulase pada substrat bekatul dilakukan dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; 1,5% dan suhu inkubasi 30°C, 40°C, 50°C menggunakan metode DNS (3,5-Dinitrosalicylic acid). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Two Way ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil pada P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan yang diberikan oleh interaksi antara konsentrasi substrat bekatul dengan suhu inkubasi terhadap aktivitas enzim selulase dari Bacillus sp. Namun, terdapat pengaruh yang diberikan oleh masing-masing variasi perlakuan konsentrasi substrat dan suhu inkubasi terhadap aktivitas enzim. Aktivitas enzim selulase tertinggi terhadap substrat bekatul diperoleh pada variasi perlakuan konsentrasi substrat 1,5% dan suhu inkubasi 50°C yaitu 0,0185 U/mL.
Tingkat Kerawanan Banjir pada Sub DAS Pesing Kecamatan Pleret Fitri Adifa; Farhan Hilmy
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Agustus - Oktober 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v2i3.219

Abstract

Banjir yaitu kondisi ketika laju aliran di sungai yang relatif lebih tinggi dari biasanya, genangan yang terjadi di dataran rendah, kenaikan, penambahan, dan melimpasnya air yang tidak biasanya terjadi di daratan. Banjir di daerah yang diteliti terjadi akibat dari kondisi Sub DAS Pesing yang tidak memadai. Pada saat curah hujan tinggi, debit aliran juga meningkat sehingga outlet Sub DAS Pesing yang bermuara ke DAS Opak penuh dan mengakibatkan terjadinya luapan di Sub DAS Pesing. Banjir di daerah penelitian pernah terjadi pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Berdasarkan banjir yang telah terjadi di daerah yang diteliti, perlu diketahui penyebab terjadinya banjir dan tingkat kerawanan sebagai acuan pengendalian yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kerawanan banjir di daerah tersebut. Oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji mengenai tingkat kerawanan banjir pada Sub DAS Pesing. Hasil penelitian yang didapat ditemukan 3 kelas tingkat kerawanan banjir dari total 5 kelas. Kelas tingkat kerawanan banjir yang ditemukan yaitu kelas tingkat kerawanan yang rendah seluas 584.446 ha atau 35,69% dari luas daerah penelitian, kelas tingkat kerawanan yang sedang seluas 925.243 ha atau 56,501% dari luas daerah penelitian, dan kelas tingkat kerawanan yang tinggi seluas 127.877 ha atau 7,809% dari luas daerah penelitian.
Pengendalian Bencana Banjir pada Sub DAS Pesing Kecamatan Pleret Fitri Adifa; Farhan Hilmy
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 2 No. 2 (2024): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Mei - Juli 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v2i2.260

Abstract

Banjir yang terjadi di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul memiliki 3 tingkat kerawanan. Kelas tingkat kerawanan banjir yang ditemukan yaitu kelas tingkat kerawanan yang rendah seluas 584.446 ha, kelas tingkat kerawanan yang sedang seluas 925.243 ha, dan kelas tingkat kerawanan yang tinggi seluas 127.877 ha. Tingkat kerawanan tersebut harus dilakukan pengendalian agar dapat meminimalisir resiko dan dampak yang mungkin terjadi. Oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji mengenai pengendalian bencana banjir yang dapat dilakukan di Sub DAS Pesing di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian yang didapat secara pendekatan teknis, arahan pengelolaan yang dapat diterapkan untuk pengendalian banjir di daerah yang diteliti yaitu pembuatan lubang resapan biopori di penggunaan lahan pemukiman dan pembuatan kolam retensi seluas 150 x 180 m dengan kedalaman 4 m di penggunaan lahan sawah.