Astaman Sultan
Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI FURNITURE MAKASSAR Rizky Maharja; Ade Wira Lisrianti Latief; Irhamuddin; Yusniar Anggraeni; Nurul Pratiwi Army; Astaman Sultan; JIhan Faradisha
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v9i1.320

Abstract

Program keselamatan kerja diperlukan untuk melindungi pekerja dari berbagai bahaya di tempat kerja, terutama pada industri furniture yang menggunakan mesin dan peralatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program keselamatan kerja pada karyawan bagian produksi PT Maruki International Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dan dilaksanakan pada 1–23 Juli 2019 di PT Maruki International Indonesia, Kawasan Industri Makassar. Populasi penelitian sebanyak 204 pekerja bagian produksi dengan sampel 67 pekerja yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebanyak 60 responden (89,6%) memiliki pengetahuan keselamatan kerja dan 53 responden (79,1%) telah mengikuti pelatihan K3. APD tersedia menurut 38 responden (56,7%), sedangkan 29 responden (43,3%) menyatakan APD tidak tersedia. Sebanyak 48 responden (71,6%) menyatakan alat pelindung mesin (APM) tidak tersedia, sedangkan 19 responden (28,4%) menyatakan tersedia. Pelaksanaan program keselamatan kerja telah dilakukan, terutama dalam aspek pengetahuan dan pelatihan K3. Namun, ketersediaan APD dan khususnya APM masih perlu diperkuat melalui penyediaan berbasis risiko, pengamanan mesin, inspeksi berkala, pelatihan, dan pengawasan K3.