Minat belajar matematika yang masih rendah dapat memengaruhi keterlibatan murid selama proses pembelajaran, terutama ketika kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh aktivitas konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika murid kelas V melalui penerapan Game Based Learning pada materi pecahan di SDN Blotongan 02, Salatiga. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 21 murid kelas V B. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar, lembar observasi, dan dokumentasi. Minat belajar dianalisis berdasarkan empat indikator, yaitu perasaan senang, ketertarikan, penerimaan, dan keterlibatan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase skor minat belajar dan membandingkan hasil pada tahap pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar secara bertahap. Rata-rata persentase minat belajar meningkat dari 48,21% pada pra-siklus menjadi 54,76% dan 67,86% pada pertemuan pertama dan kedua Siklus I. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 81,55% pada pertemuan pertama dan 92,86% pada pertemuan kedua. Peningkatan juga terjadi pada keempat indikator minat belajar. Penerapan Gme Based Learning melalui permainan harta karun menunjukan peningkatan minat belajar materi pecahan . Dengan demikian, Game-Based Learning dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar matematika murid, khususnya apabila permainan disesuaikan dengan materi dan kondisi murid.