Rotator cuff syndrome (RCS) is a condition caused by injury, disease, or degeneration of the rotator cuff muscles, resulting in shoulder pain and functional impairment. This study aimed to determine the characteristics of RCS patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang. A descriptive study with a cross sectional design was conducted using secondary data from medical records of RCS patients from January 2021 to June 2024, with total sampling. Among 61 patients, RCS was most common in those aged 45–59 years (54.1%), females (63.9%), and caused by trauma during daily activities (42.6%). Most patients were unemployed (55.7%), with supraspinatus impingement or tendinitis being the most common injury type (36.1%). Most patients had no history of previous illness (32.8%) or injury (72.1%) and received non operative treatment (91.8%). RCS was predominantly found in females aged 45–59 years, mainly associated with trauma during daily activities, with supraspinatus impingement or tendinitis as the most common injury and non-operative treatment as the primary management. ABSTRAKRotator cuff syndrome (RCS) merupakan kondisi akibat cedera, penyakit, atau degenerasi pada otot rotator cuff yang dapat menyebabkan nyeri dan gangguan fungsi bahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien RCS di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien RCS periode Januari 2021–Juni 2024 dengan teknik total sampling. Dari 61 pasien, RCS paling banyak ditemukan pada usia 45–59 tahun (54,1%), perempuan (63,9%), dan disebabkan trauma aktivitas sehari-hari (42,6%). Mayoritas pasien tidak bekerja (55,7%), dengan jenis cedera terbanyak berupa supraspinatus impingement atau tendinitis (36,1%). Sebagian besar tidak memiliki riwayat penyakit (32,8%) maupun cedera sebelumnya (72,1%), serta mendapat tatalaksana nonoperatif (91,8%). RCS paling banyak ditemukan pada perempuan usia 45–59 tahun, terutama akibat trauma aktivitas sehari-hari, dengan supraspinatus impingement atau tendinitis sebagai jenis cedera terbanyak dan tatalaksana nonoperatif sebagai penanganan utama.