Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) merupakan penentu utama mutu pendidikan, namun pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja, dua fungsi manajemen sumber daya manusia yang seharusnya saling menopang, sering dikelola sebagai proses yang terpisah. Kajian ini bertujuan menjelaskan konsep manajemen sumber daya manusia pendidikan berbasis kinerja, menganalisis pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja PTK beserta keterkaitan keduanya, serta merumuskan model konseptual integrasi kedua komponen tersebut. Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, bersumber pada peraturan perundang-undangan, artikel jurnal nasional dan internasional, serta buku akademik, yang dianalisis melalui analisis isi tematik dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi dan penilaian kinerja PTK, pada sebagian besar literatur yang ditelaah, dilaporkan berjalan paralel tanpa penautan eksplisit; hasil penilaian kinerja jarang terbukti menjadi dasar langsung perencanaan program pengembangan. Kajian ini mengidentifikasi tiga faktor yang menentukan keberhasilan keterkaitan tersebut, yaitu kualitas umpan balik yang berorientasi tugas, orientasi sistem penilaian ke arah pengembangan dan bukan semata kontrol, serta kualitas relasi antara PTK dan pemimpin lembaga. Berdasarkan sintesis ini, kajian mengajukan model konseptual tujuh tahap yang menghubungkan pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, umpan balik, dan mutu pendidikan sebagai satu siklus berkelanjutan. Kajian ini menegaskan keterbatasannya sebagai sintesis konseptual dan menyarankan pengujian empiris lebih lanjut, khususnya pada tenaga kependidikan yang masih kurang terwakili dalam literatur.